Hore, Besok Pagi Ada Kapal Bantuan ke Pulau Bawean

0
36 views
Kapal Satya Kencana III milik PT Dharma Lautan Utama (DLU). (Foto: Dok. Berita Gresik)

BeritaGresik.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik langsung bertindak cepat merespon banyaknya calon penumpang kapal tujuan Pulau Bawean yang tertahan di Gresik, lantaran gelombang tinggi dan cuaca buruk yang terjadi belakangan ini.

Dishub Gresik dikabarkan telah meminta bantuan kepada pihak PT Dharma Lautan Utama agar KM Satya Kencana III yang melayani pelayaran dari Tanjung Perak ke Kumai singgah ke Pulau Bawean, untuk mengangkut penumpang tujuan Bawean.

Upaya Dishub Gresik itu rupanya disambut baik oleh pihak DLU. Kepala Dishub Gresik Andhy Hendro Wijaya menginformasikan bahwa KM. Satya Kencana III akan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Deviasi ke Pelabuhan Bawean besok pagi.

KM Satya Kencana III akan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak pada Selasa dini hari (29/8/2017), sekitar pukul 03.00 WIB. Kapal tersebut akan singgah atau deviasi ke Pelabuhan Bawean sebelum kemudian melanjutkan pelayaran menuju Kumai.

“Untuk tiket ke Bawean bisa dilayani di Kantor Cabang Tanjung Perak dan agen-agen penjualan tiket resmi yang ada di Surabaya, dengan menunjukkan kartu identitas yang berlaku,” terang Kadishub Gresik Andhy Hendro, Senin (28/8/2017).

Lebih lanjut Andhy menjelaskan, bahwa satu kartu identitas hanya berlaku untuk satu tiket kapal. Selain itu, pembelian tiket kapal KM Satya Kencana III tidak boleh diwakilkan, sehingga calon penumpang harus datang sendiri ke loket penjualan tiket.

Adapun penjualan tiket kapal KM Satya Kencana III disesuaikan dengan kapasitas kapal yang diperkirakan mampu mengangkut 700 penumpang. Dengan begitu, diharapkan calon penumpang yang terlantar di Pelabuhan Gresik terangkut semua.

Adanya kapal bantuan ini disambut baik oleh para calon penumpang yang tertahan di Gresik. Ahmad dan Salim, asal Gombak Malaysia mengaku senang dengan adanya kapal bantuan tersebut. Mereka sudah sejak lima hari yang lalu tertahan di Gresik.

Seperti diketahui, sudah hampir sepekan pelayaran dari Pelabuhan Gresik menuju Pelabuhan Bawean terhenti. Kapal yang ada dilarang berlayar karena tinggi gelombang laut di perairan Gresik dan perairan Bawean mencapai 3 meter lebih. (amn)