Demi Anak Masuk Polisi, Arifin Kena Tipu Ratusan Juta

0
62 views
Jajaran Polres Gresik memperlihatkan tersangka penipuan beserta barang bukti. (Foto: BG/Kurniawan)

BeritaGresik.com – Harapan Arifin (46), warga Dusun Delik Wetan RT 09 RW 03, Desa Delik Sumber, Kecamatan Benjeng, Gresik, melihat anaknya berseragam polisi kandas setelah tertipu oleh oknom Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial SBA.

SBA diketahui merupakan seorang PNS yang bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupeten Pasuruan. Ia menipu Arifin ratusan juta dengan janji akan memasukkan anaknya yang bernama Hendra Muliana menjadi anggota polisi.

Peristiwa itu berawal ketika tersangka datang ke rumah korban pada 27 Maret 2015 lalu. Saat itu, SBA berjanji bisa memasukan anak korban lolos dalam test bintara polisi, dengan syarat membayar uang yang diminta oleh tersangaka.

Adanya kasus penipuan itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Adam Purbantoro, Selasa (28/3/2017). Polisi bahkan sudah melakukan penangkapan terhadap tersangka yang di duga seorang oknum PNS yang bertugas di Pasuruan itu.

“Tersangka kita tangkap setelah adanya laporan dari pihak korban, dan sebelumnya memang tersangka masih menjalani hukuman di wilayah hukum Pasuruhan dengan kasus yang sama. Pada saat tersangka akan bebas akirnya kita tangkap lagi, kita proses di Polres Gresik,” ujarnya.

AKP Adam menjelaskan, bahwa tersangka sudah meminta uang ke korban kurang lebih Rp330.400.000. Uang tersebut untuk beberapa tahapan tes masuk bintara polisi. Korban telah memberikan uang dengan cara di transfer ke rekening tersangka.

“Tersangka ini sudah beberapa kali minta uang ke korban dengan dalih untuk pengurusan ini dan itu hingga korban menyetor beberapa kali melalui transfer. Mengetahui anaknya gagal tes dan korban merasa ditipu, akhirnya korban melapor ke Polres Gresik,” pungkasnya.

Atas perbuatanya itu, kini tersangka terancam pasal 378 KUHP dengan acaman 4 tahun penjara. Dalam kasus ini, polisi juga mengamankan barang bukti berupa kwitansi dan bukti transfer antara korban dan tersangka. (wan)