Ratusan Penumpang Terlantar di Gresik, Stok Sembako di Bawean Menipis

0
29 views
Sejumlah kapal terlihat masih sandar di Pelabuhan Gresik. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Cuaca buruk yang melanda laut Jawa dalam beberapa hari terakhir mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat Bawean, Gresik. Pasalnya, kapal yang biasa melayani pelayaran dari Pelabuhan Gresik ke Bawean terhenti.

Akibatnya, banyak calon penumpang yang terdampar di sejumlah penginapan di sekitar Pelabuhan Gresik. Mereka hanya bisa pasrah menunggu kapal dari Gresik kembali beroperasi. Namun, mereka juga berharap ada upaya dari Pemkab Gresik untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Berharap Kapal Bantuan

Sholeh, asal Sukaoneng Tambak yang terdampar di Gresik sejak empat hari lalu berharapa Pemkab Gresik mengupayakan kapal bantuan dari Darma Lautan Utama seperti tahun lalu. Ia yakin, kapal bantuan bisa mengangkut calon penumpang ke Bawean jika Pemkab Gresik turun tangan.

“Kami tidak minta kapal gratis, tapi kami hanya minta bantuan kebijakan dari pemkab supaya ada solusi disaat kapal cepat tak boleh beroperasi karena cuaca buruk,” kata Sholeh, Minggu (27/8/2017).

Menurut dia, banyak calon penumpang termasuk dari Malaysia tidak bisa ke Pulau Bawean karena tidak ada kapal. “Kasihan orang-orang Bawean yang datang dari Malaysia hendak merayakan Idul Adha tak bisa ke Bawean karena tak ada kapal,” ujarnya.

Bahan Pokok Mulai Langka

Cuaca buruk dan terhentinya pelayaran ke Pulau Bawean tak hanya menyebabkan ratusan calon penumpang tertahan di Gresik, tapi juga mulai berdampak pada pemenuhan bahan pokok di Pulau Bawean. Sejumlah bahan pokok kini mulai langka.

Kelangkaan kebutuhan pokok akibat tidak ada kapal dan perahu yang beroperasi sejak empat hari yang lalu. Tiga kapal penumpang dan barang, serta perahu ke Bawean dilarang beroperasi karena cuaca buruk dan gelombang laut mencapai 3 meter.

Nur Aisyah, warga Boom Sangkapura mengaku jika dagangannya yang di titipkan di perahu tak bisa di pakai. Pasalnya, barang-barang yang dititipkan di perahu itu barang yang mudah rusak. “Seperti bawang, cabai termasuk telur,” kata Aisyah.

Dia mengaku selalu mengontak orang kepercayaannya yang ada di perahu untuk menanyakan kepastian kapan perahu yang membawa dagangannya berangkat ke Bawean. “Saya tiap hari telpon orang perahu untuk tanya nasib dagangan saya,” ujarnya.

Hal yang sama dialami Wahid, pedagang asal Desa Pekalongan, Tambak. Dia mengaku stok barang dagangan yang ada di tokonya mulai menipis. “Sementara barang-barang untuk persiapan Hari Raya Idul Adha belum datang karena perahunya masih ada di Gresik,” kata Haji Wahid.

Sampai hari ini belum ada kepastian kapan perahu dan kapal boleh berangkat ke Pulau Bawean. Pantauan BMKG Tanjung Perak Surabaya, ketinggian gelombang laut di perairan Bawean masih mencapai 3,5 meter pada. Cuaca buruk itu diperkirakan berlangsung hingga 30 Agustus nanti.

“Sampai saat ini cuaca masih buruk, demi keselamatan perahu dan kapal yang ke Bawean belum boleh berlayar,” kata Nanang Afandi, Humas Adpel Gresik. (amn)