AMP Extension page

Polres Gresik Bongkar Sindikat Penjualan Satwa Dilindungi di Medsos

Salah seorang terduga pelaku penjualan hewan dilindungi lewat media sosial diamankan Polres Gresik. (Foto: Humas Polres Gresik)

BeritaGresik.com – Satuan Reskrim Polres Gresik berasil mengbongkar sindikat penjualan hewan satwa dilindungi melalui media sosial (Medsos) Facebook. Hewan-hewan langka itu dijual dengan harga hingga Rp5 juta.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, modus penjualan hewan langka via media sosial ini tergolong baru.

“Dulu kegiatan satwa dilindungi ini menggunakan toko kemudian pakai kurir tetapi sekarang ini sudah berubah sesuai dengan perkembangan teknologi,” kata AKBP Wahyu di Mapolres Gresik, Jumat (25/5/2018).

Lebih lanjut dia menjelaskan, hewan dikindungi tersebut diperjualbelikan di sebuah grup komunitas pecinta hewan. Penjual dan pembeli bisa berkomunikasi di grup Facebook tersebut dan saling bertukar nomor telepon.

“Penjual ini tidak punya stok barang atau binatang, namun kalau ada yang telepon memesan, dia baru order,” jelasnya.

Para pelaku mendapatkan hewan-hewan itu dari luar daerah seperti Kalimantan, Lampung dan Sumatera. Mereka membeli kepada pengepul seharga Rp500-an ribu. “Kemudian dijual lagi Rp1,5 juta-Rp5 juta,” paparnya.

Dalam kasus ini, Reskrim Polres Gresik menangkap du pelaku yakni ZI dan MR. Mereka ditangkap di kawasan Pom Bensin Sembayat Manyar, Gresik.

Sementara hewan-hewan yang disita polisi adalah satu Elang black kite (accipitridae) dan anakan alap-alap (falconidae). Hewan itu akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk dilepas kembali ke habitatnya.

“Para tersangka dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf a UU No 5 Tahun 1990 tentang Konsevrasi Sumber Data Alam Hayati dan Ekosistemnya,” tutup Kapolres Gresik. (as)

No Response