LDII Bagikan 1500 Paket Santunan ke Anak Yatim Piatu di Gresik

DPD LDII Gresik membagikan 1500 paket santunan pada anak yatim piatu dan dhuafa di Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Gresik membagikan sebanyak 1500 paket santunan kepada para anak yatim piatu dan kaum dhuafa di gedung DPD LDII Gresik, Jum’at (26/5/2018) petang.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik, perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik, Kepala Kemenag, ulama dan tokoh masyarakat, serta Anggota DPRD Jawa Timur Dr Kodrat Sunyoto.

Ketua DPD LDII Gresik Abdul Muiz Zuhri mengatakan, kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim tersebut merupakan salah satu bentuk perwujudan rasa syukur kepada Allah. Kegiatan ini rutin diselenggarakan setiap tahun pada saat bulan Ramadhan.

“Santunan yang kami berikan kepada para Yatim dan dhuafa ini sejumlah 1500 paket. Sumbangan bantuan serta penyelenggaraan acara ini murni berkat kerjasama para anggota dan warga LDII Gresik serta dukungan Pemerintah Kabupaten Gresik” kata Muiz.

Menurut dia, santunan tak hanya diberikan di kantor DPD LDII di Bunder, tapi secara berurutan akan dibagikan di wilayah Kecamatan Menganti,  Manyar , Driyorejo, Wringinanom dan Benjeng.

Sementara Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim mengajak kepada masyarakat agar menjalin kebersamaan. Dia mengatakan, bahwa bulan Ramadhan adalah momentun bagi semua masyarakat untuk merajut kebersamaan.

“Kita semua adalah saudara. Tidak ada satu pun ajaran Islam dan agama apapun yang menyuruh kita untuk menjadi teroris. Untuk itu kami selaku Pemerintah menyampaikan terima kasih kepada LDII yang telah memberi santunan kepada Yatim dan dhuafa,” ujar Qosim.

Dia juga meminta kepada seluruh masyarakat Gresik agar memperkuat silaturahmi, dengan berkeliling untuk mengenal lebih akrab masyarakat di sekitarnya, saling sapa dan mewaspadai setiap tamu atau orang asing yang bertandang ke lingkungan di sekitar.

“Terutama bagi yang punya kos-kosan agar dicek dan diteliti semua penghuninya. Mulai dari identitasnya, kegiatan sehari-hari serta tamu-tamu yang datang. Kalau bukan dari diri kita, siapa lagi ? karena jumlah polisi di Gresik hanya sekitar seribu personil dan TNI yang hanya 800 orang” tandasnya. (sdm/as)

No Response