Kapal Karam, 14 Nelayan Lamongan Sempat Terkatung-katung di Laut Bawean

0
1,885 views
14 nelayan asal Blimbing, Kabupaten Lamongan ditampung di rumah warga di Kecamatan Sangkapura. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Sebuah kapal layar motor yang ditumpangi 14 anak buah kapal (ABK) asal Blimbing, Lamongan, tenggelam di dekat pulau Selayar Bawean, Gresik. Perahu karam setelah menabrak karang saat berlindung dari gelombang dan angin kencang.

Perahu kayu tersebut rencananya hendak berlindung di antara pulau Bawean dan pulau Selayar, tapi tiba-tiba ada badai dan langsung tenggelam setelah menabrak karang. Beruntung 14 ABK selamat dan kini di tampung di rumah warga di Sangkapura.

Peristiwa perahu karam itu terjadi pada Senin (23/1/2017) malam. Waktu itu, 14 nelayan asal Blimbing, Lamongan, dengan perahu kayunya sedang mencari ikan di perairan Bawean. Tiba-tiba ketika hendak pulang, ada kerusakan pada bagian mesin.

Karena itu, Sutikno, nahkoda perahu, mengarahkan perahunya untuk berlindung di antara pulau Selayar dan pulau Bawean. Tapi karena tidak tahu kondisi laut sekitar pulau Selayar, perahunya menabrak karang dan pecah hingga akhirnya tenggelam.

Kemudian, Sutikno bersama 13 nelayan lainnya langsung berenang menuju sebuah karang besar yang ada di dekat pulau Selayar. Ke 14 nelayan itu pun langsung jalan kaki menuju permukiman warga.

Saat ini, nelayan yang perahunya karam itu ditampung di rumah Buang Sari, seorang guru di Yayasan Umar Mas’ud Sangkapura, Pulau Bawean. Sutikno mengaku tidak tahu alur pelayaran yang ada sehingga perahunya menabrak karang.

Rencananya, ke 14 nelayan asal Blimbing, Lamongan tersebut akan dipulangkan besok naik kapal Gili Iyang. Buang , warga setempat kini berkoordinasi dengan Adpel Bawean, agar bisa membantu pemulangan ke 14 nelayan asal Blimbing Lamongan. (amn)