Diduga Fiktif, Proyek Air Bersih Desa Kota Kusuma Bawean Disorot

0
50 views
Pipa proyek air bersih di Desa Kota Kusuma, Sangkapura Bawean, Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com –¬†Sejumlah proyek pembangunan di Desa Kota Kusuma, Kecamatan Sangkapura Bawean, Gresik, mulai disorot warga. Pasalnya banyak pembangunan infrastruktur dinilai dikerjakan asal-asalan dan tidak transparan, sehingga memicu protes dari anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.

Salah satu proyek yang menjadi sorotan warga setempat yakni proyek optimalisasi sarana dan prasarana air besih yang dialokasikan dari Dana Desa (DD) tahap dua tahun 2016. Proyek itu diduga fiktif karena hingga memasuki awal 2018 ini belum juga dilaksanakan.

Menurut salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 127.057.869 itu dimaksudkan untuk mengganti pipa air bersih yang sudah usang.

Namun hingga saat ini proyek tersebut belum juga terealisasi lantaran pipa yang didatangkan oleh pihak pelaksana dinilai berkualitas rendah sehingga tidak layak untuk dipasang. Ironisnya hingga satu tahun lebih pihak pemerintah desa hanya membiarkan pipa-pipa tersebut ditumpuk di belakang kantor balai desa setempat.

“Proyek optimalisasi air bersih ini terbongkar pada saat rapat, waktu itu pengurus Hippam (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) meminta lagi anggaran untuk kegiatan optimasisasi air bersih, karena kegiatan pipa air besih yang dianggarkan tahun 2016 lalu ternyata belum juga dilaksanakan, sehingga memicu perdebatan pada saat rapat,” ungkapnya Rabu (24/01/2018).

Untuk itu, mereka meminta agar kedepan segala kegiatan desa dilaksanakan secara transparan, sehingga tidak memicu praduga negatif di masyarakat.

“Pokoknya apapun kegiatannya terutama yang menyangkut penggunaan anggaran harus transparan, jangan lagi terkesan ditutup-tutupi seperti ini, “ujar salah seorang anggota BPD setempat.

Menanggapi hal itu, Camat Sangkapura Abdul Adim mengaku pihaknya sudah memberikan teguran kepada pemerintah Desa Kota Kusuma melalui kasi Ekobang Kecamatan bersama Sekcam.

“Teguran sudah berkali-kali, bahkan pihak kecamatan melakukan teguran melalu Ekobang bersama sekcam pada saat dia jadi pemerintahan,” tuturnya. (abr)