Aksi Buruh Tuntut Upah Sektoral Gresik Terancam Sia-sia

0
1,789 views
Polisi beserta anjing K9 diturunkan mengawal aksi demo buruh di Kantor Pemkab Gresik. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menyetujui tuntutan buruh di Gresik terkait upah minimum sektoral kabupaten Gresik 2017. Namun, keputusan itu ditentang oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Gresik.

Tuntutan itu dipenuhi Bupati Gresik ketika didemo sejumlah elemen buruh, Rabu (25/1/2017). Dalam kesempatan itu, buruh menuntut agar Bupati Gresik Sambari Halim Radianto merekomendasikan upah sektoral ke Gubernur Jawa Timur.

“Kami menuntut bupati Gresik supaya merekomendasikan upah sektoral dan di usulkan ke Gubernur Jatim, supaya ada pengesahan,” kata Agus Salim, korlap aksi demonstrasi buruh di halaman kantor Pemkab Gresik.

Subari, salah sat pendemo menambahkan, bahwa upah sektoral yang di tuntut massa buruh yaitu minimal 2 persen dari upah minimum kabupaten (UMK) 2017. Sementara tertinggi yakni 10 persen dari besaran UMK.

“Tergantung perusahaan bergerak di bidang apa. Kalau makanan ya minimal 2 persen dari UMK 2017. Sementara yang tertinggi yakni upah sektoral di perusahaan seperti pabrik baja,” imbuhnya.

Hanya saja pertemuan tersebut tidak diikuti oleh perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik.

Terpisah, Ketua Apindo Gresik Triyandi Suprihartono menyayangkan jika penetapan upah sektoral dilakukan atas desakan aksi buruh. Keputusan itu dianggap melanggar PP Nomor 78/2015 tentang Pengupahan.

Triyandi secara tegas akan menolak jika dipaksa menandatangani usulan buruh yang disetujui bupati. Pihaknya bahkan mengancam menempuh jalur hukum bila gubernur nekat menetapkan upah sektoral Kabupaten Gresik 2017. (amn)