Tertahan Lama di Penginapan, Warga Bawean Beraharap ada Kapal Bantuan

0
814 views
Calon penumpang kapal tujuan Bawean tertahan di Gresik. Dari tengah Tamsil kos merah, Alan kanan kaos panjang dan Rizki kiri kaos lengan pendek. (Foto: BG/Sit)

BeritaGresik.com – Ratusan penumpang kapal tujuan Gresik-Bawean terpaksa harus menginap lebih lama di Gresik. Pasalnya, hingga sekarang belum ada kapal laut yang berani berlayar karena cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi di laut Jawa.

Situasi ini membuat calon penumpang kapal tujuan Pulau Bawean yang tertahan di sejumlah penginapan yang ada di sekitar pelabuhan Gresik mulai dilanda frustasi. Pasalnya, bekal mereka mulai menipis.

Tamsil (25), pemuda asal Desa Tambak Bawean berharap segera ada kapal bantuan dari Pemerintah Gresik, yang bisa mengangkut ratusan warga Bawean yang hingga saat ini masih tertahan di Gresik.

“Harapan saya yang penting segera ada kapal memadai berlayar ke Pulau Bawean biar saya tenang pulang bersama anak dan istri. Disini susah, apalagi kami harus mengurus balita,” kata Tamsil ditemui di penginapan di Gresik, Sabtu (24/12/2016).

Dia mengungkapkan, biaya hidup di Gresik mahal. Apalagi istrinya baru melahirkan. “Kalau disini terus biaya hidup saya akan semakin membengkak. Biaya penginapan, makan, popok, susu bayi saya,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Alan dan Rizki, mahasiswa asal Bawean yang akan pulang kampung mengaku terpaksa harus numpang di kos temannya di Gresik. Ia merasa biaya hidup yang harus dikeluarkan terlalu besar jika tinggal di penginapan.

“Mahal kalau harus sewa penginapan. Saya di Gresik banyak teman, jadi saya numpang menginap di kost teman. Dari pada buang-buang uang mending dibuat makan bertahan hidup di Gresik sampai ada kapal,” tuturnya.

Keduanya juga berharap segera ada kapal bantuan dari pemerintah. Apalagi calon penumpang kapal yang tertahan di Gresik sudah sangat banyak. “Sampai bosan kita di sini. Uang juga sudah mulai menipis,” keluhnya.(sit)