Mahasiswi Asal Gresik Jadi Finalis Da’i Muda Indonesia 2017

0
113 views
Sekretaris Umum Madani Syarifuddin (Ending) bersama finalis Adami 2017 asal Gresik, Diana Nur Aini. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Diana Nur Aini (19), wanita asal Desa Gedangkulut, Cerme, Gresik, tampil sebagai finalis dalam Audisi Da’i Muda Indonesia (Adami) 2017 yang digelar Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) di Pondok Pesantren Darul Rahman, Jakarta, Minggu (22/10/2017).

Dalam kesempatan itu, Diana meraih juara harapan. Kendati tidak meraih juara satu, mahasiswi cantik yang kini sedang kuliah di kampus UIN Surabaya itu mengaku bangga masuk dalam 10 nominator terbaik dan tampil dalam babak final di Jakarta.

“Saya bangga masuk 10 finalis terbaik dan ikut mengharumkan nama Kabupaten Gresik,” kata Diana saat ditemui di lokasi penganugrahan bagi 10 finalis Adami 2017 yang diaelenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2017.

Para finalis Adami 2017 saat melakukan sesi foto bersama dengan para pengurus Madani. (Foto: As/BG)

Diana mengaku mengikuti kontes Audisi Adami 2017 setelah mengetahui informasi dari temannya. Sebelumnya, Diana juga sidah sering tampil dalam berbagai lomba pidato. Meski belum pernah meraih juara satu, ia tetap semangat dan terus berusaha mengasah bakatnya sebagai seorang da’i.

“Jadi pesan ke depannya tetap istiqomah, jangan gampang puas, tetap belajar dan terus belajar. Karena dari pengalaman kita dapat belajar lebih baik lagi. Mungkin dari sekilan lomba itu bukannya kalah, cuma Allah belum memberikan rizki kepada kita,” ujarnya.

Mahasiswi jurusan Komunikasi Islam itu juga berharap kepada Madani, selaku lembaga penyelenggara Adami 2017, agar terus berupaya mencetak kader-kader da’i atau mubaligh yang baik. “Semoga semakin sukses dan berkah,” harapnya.

Ketu Umum DPP PPP M Romahurmuziy bersama Pengasuh Ponpes Darul Rahman Kiai Syukron Ma’mun saat memghadiri Peringatan Hari Santri dan Finalis Adami 2017 . (Foto: BG/As)

Di tempat yang sama, Sekretaris Umum Madani Syarifuddin menjelaskan, para finalis Adami 2017 masuk 10 besar setelah melewati seleksi ketat. Pria yang akrab disapa Ending ini menyebutkan, 10 finalis itu hasil dari seleksi atas 100 lebih peserta.

Para peserta diseleksi melalui video yang diunggah di channel Youtube. Setidaknya ada beberapa kriteria yang menjadi penilaian juri, salah satunya jumlah like video tersebut. Video kiriman itu dinilai oleh Kiai Cholil Nafis, Kiai Malik Madani dan Ketua Umum Madani Idy Muzayyad.

“Kiai Madani dari segi kontennya, dari segi kemampuan dakwah dan retorikanya. Sedangkan Madani dari sisi penguasaan panggungnya. Kurang lebih dua bulan itu ada 100 video lebih yang diseleksi menjadi 10 video peserta terbaik,” terang pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik itu.

Menurut Ending, lomba tingkat nasional itu diikuti peserta dari seluruh daerah di Indonesia. Bahkan, ada salah satu peserta Adami berasal dari negara Mesir. “Rencananya lomba da’i muda tingkat nasional ini akan digelar tiap tahun,” ujarnya.

Dia menambahkan, upaya mencetak kader da’i di Tanah Air merupakan misi Madani dalam konteks dakwah dan pendidikan. Lembaga di bawah binaan Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy ini bergerak p penguatan dakwah damai, tidak provokatif, serta mencerminkan Islam┬árahmatal lil alamin, yang wasathiyah dan moderat. (as)