Tanah Diserobot Tol Sumo, Warga Geruduk DPRD Gresik

0
770 views
Warga Desa Banjaran, Kecamatan Driyorejo, menggelara aksi demo di kantor DPRD Gresik, Senin (23/1/2017). (Foto: BG/Kurniawan)

BeritaGresik.com – Ratusan warga Desa Banjaran, Kecamatan Driyorejo, menggelara aksi demo di kantor DPRD Gresik, Senin (23/1/2017). Aksi ini terkait penggunaan tanah gogol desa untuk proyek jalan tol Sumo (Surabaya-Mojokerto).

Dalam aksinya, warga meminta agar DPRD Gresik memanggil pihak terkait proyek tol Sumo. Pasalnya, pemerintah telah menggunakan tanah gogol desa untuk tol tanpa terlebih dulu berkordinasi atau meminta izin kepada warga setempat.

“Kami meminta kepada DPRD agar tanah gogol desa kami dikembalikan ke warga,” kata Salamun, salah satu peserta demo di depan Kantor DPRD Kabupaten Gresik.

Salamun menyebutkan, tanah gogol warga Desa Banjaran, Driyorejo, yang terkena proyek pembangunan tol Sumo seluas 2,6 hektar, baik itu tanah yang berupa waduk (bendungan) maupun areal persawahan.

Lahan gogol seluas itu tiba-tiba digunakan untuk pembangunan tol Sumo. Bahkan, saat ini sudah beralih menjadi proyek jalan tol Sumo. “Kami tidak terima. Karena itu, kami akan terus berjuang agar tanah gogol kami dikembalikan ke warga,” tandasnya.

Menurut dia, warga telah berkirim surat kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terakait mengenai tanah gogol yang digunakan jalan tol Sumo tersebut. Warga juga sudah berkirim surat kepada DPRD Gresik untuk audensi.

Surat pertama dikirim pada 21 Desember 2016. Selanjutnya, surat dikirim pada 27 Desember 2016. Namun, permintaan audensi tersebut tidak kunjung direspon oleh DPRD. “DPRD alasannya ketika itu sibuk banyak kegiatan,” uangkapnya.

Jika pembangunan jalan tol Sumo di lahan gogol milik warga Banjaran tersebut tetap dilanjutkan, kata Salamun, warga tidak akan tinggal diam.” Kami akan menggelar demo di lokasi proyek,” amcamnya.

Salamun mempertanyakan keluarnya Perbup (peraturan bupati) Nomor 3/2015, yang berisikan bahwa tanah gogol di Desa Banjaran jadi hak dan milik pemerintah. “Karenanya, pemerintah tanpa seizin warga langsung gunakan tanah gogol kami 2,6 hektar untuk jalan tol Sumo,” pungkasnya.

Sementara Ketua Komisi A DPRD Gresik Suparno Diantoro saat menemui pendemo menyatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil instansi terkait termasuk pihak tol Sumo.” Kami minta bersabar, karena butuh waktu,” kata Suparno. (wan)