Curhat Ingin Jadi Atlet, Pesan Terakhir Rozi ke Gurunya

0
9,658 views
Mochammad Fathur Rozi (18), siswa kelas 11 SMK Yasmu Manyar, yang terlibat kecelakaan di Jl. Pongngan-Suci, Manyar. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Duka mendalam atas meninggalnya Mochammad Fathur Rozi (18), siswa kelas 11 jurusan teknik kendaraan ringan SMK Yasmu, Manyar, tak hanya dirasakan kedua orang tuanya, tapi juga teman dan guru korban di sekolah.

Selain dikenal rajin sholat dhuha, warga Desa Dahanrejo Kidul, RT3/RW3, Kebomas, Gresik, yang meninggal karena tertabtak truk tangki di Jalan Pongangan, Manyar, itu juga dikenal sebagai sosok pendiam dan selalu datang lebih awal ketika ke sekolah.

Hal itu di akui oleh Huda, guru praktek di sekolah tersebut. Sebelum musibah itu terjadi, Huda mengaku sempat berdiskusi dengan Rozi pada pagi harinya. Menurut Huda, siswa yang hobby bermain bola voli itu bercita-cita ingin menjadi seorang atlet.

Sentara di kelas Rozi duduk di kursi bagian depan. Selama ini di sekolah, ia punya catatan prestasi yang cukup bagus. Ketika mendengar informasi bahwa Rozi mengalami musibah, teman dan guru korban langsung mendatangi rumah sakit.

Duka mendalam sangat dirasakan teman-temannya ketika korban dinyatakan meninggal oleh dokter yang menanganinya di rumah sakit Ibnu Sina Bunder. Bahkan pacar korban, siswi kelas 11 jurusan teknik analisis kimia, tak henti meneteskan air mata.

Sebetulnya, setelah bel tanda berakhirnya pelajaran di sekolahnya berbunyi, teman sekelas korban berniat untuk mengunjungi rumah salah seorang siswa yang hari ini, Senin (23/1/2017), tidak masuk sekolah.

Entah kenapa tiba-tiba Rozi membatalkan niat untuk ikut bersama teman-temannya. Ia justru memilih pulang naik sepeda motor nomor polisi W 3679 LJ menuju ke rumahnya yang terletak di daerah Bunder .

Di perjalanan, sepeda motor korban terlibat kecelakaan dengan truk tangki yang melaju dari arah berlawanan. Nampaknya Tuhan punya rencana lain, Rozi tak hanya pulang ke rumahnya, tapi pulang ke hadapan yang Maha pencipta. (amn)