Dampak Cuaca Buruk Mulai Dirasakan Warga di Pulau Bawean

0
1,434 views
Warga Bawean yang sakit dan harus dirujuk ke Gresik terpaksa harus naik pesawat melalui Bandara Harun Thohir. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Lumpuhnya moda transportasi laut dari Pulau Bawean ke Gresik dan sebaliknya akibat cuaca buruk yang terjadi belakangan ini, mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat di Pulau Bawean.

Situasi itu salah satunya dialami langsung oleh Sirat, bocah yang baru berusia 12 tahun asal Dusun Carabaka, Desa Kepuh Legundi, Kecamatan Tambak Bawean, kabupaten Gresik.

Bocah malang anak dari pasangan Rizki (35) dan Norma (30) itu mengalami kecelakaan tertembus peluru senapan angin di dadanya ketika bermain dengan temannya di sungai sejak Selasa (20/12/2016) lalu.

Akibatnya, bocah yang baru duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar itu hanya dirawat dengan peralatan medis seadanya di salah satu klinik yang terdapat di Sangkapura Bawean.

Beruntung, akhirnya bocah malang itu dapat diterbangkan ke Surabaya dengan penerbangan kedua melalui Bandara Harun Thohir, Kamis (21/12/2016). Itupun setelah Miftahul Jannah, anggota DPRD Gresik mau mengalah memberikan tiket miliknya yang sudah dipesan sebelumnya.

Politisi Golkar asal Bawean ini merasa prihatin melihat kondisi Sirat yang harus segera ditangani dengan cepat. “Sebenarnya hari ini saya punya agenda ke Jakarta, tapi melihat kondisi anak ini saya harus rela memberikan kursi saya dan membatalkan agenda saya ke Jakarta,” terang Jannah di Bandara Harun Thohir Bawean.

Jannah juga menyayangkan sikap para penumpang penerbangan pertama pada pukul 10.00 WIB yang tidak mau mengalah untuk bocah malang tersebut, sehingga harus menunggu keberangkatan pesawat tahap kedua pada pukul 13.00 WIB.

“Sejak pagi anak ini bersama keluarganya sudah ada di bandara ini, berharap ada yang mau memberikan kursi (seat) kepadanya, tapi tidak ada,” imbuhnya.

Sontak saja sikap anggota DPRD Gresik yang satu ini mendapat apresiasi dari banyak pihak, terutama dari kalangan keluarga korban.

“Beruntung tadi Ibu Jannah mau memberikan tiketnya untuk anak saya, mudah-mudahan masih bisa diselamatkan,” ucap Norma, ibu korban sesaat setelah pesawat take off dari bandara Bawean. (abr)