Puluhan Tuna Netra Gresik Dapat Bantuan Rp 150 Juta

0
140 views
Puluha penyandang tuna netra di Gresik menerima bantuan dana di Kantor Dinsos Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Senyum bahagia terpancar dari 23 orang penyandang tuna netra di Gresik. Mereka  berjalan bergandengan tangan sejak dari Lorong sebelah kantor Dinas Sosial (Dinsos) di Jalan Wakhid Hasyim, Gresik, Jumat (21/7/2017).

Kemudian, para tuna netra dibimbing masuk menuju ruang rapat Kantor Dinsos yang ada di lantai II. Senda gurau terdengar dari suara para tuna netra yang tergabung dalam Pertuni (Persatuan Tuna Netra Indonesia) Gresik saat menaiki tangga.

Setelah sampai di ruangan rapat Dinsos Gresik, satu persatu mereka menerima bantuan sebesar antara Rp 5 juta hinhga Rp 9 juta. Map berwarna putih berisi dana bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Dinas Sosial Gresik, Sentot Supriyohadi.

Sentot menyebutkan, total bantuan dana hibah langsung Dalam Negeri Kemensos tahun 2017 yang diserahkan kepada sebanyak 23 penyandang tuna netra saat itu yakni sebesar Rp 150 juta.

Besaran bantuan yang diterima para tuna netra bervariasi, tergantung proposal yang diajakun. “Ada yang terima Rp 5 juta, ada yang menerima Rp 9 juta. Tidak sama, tergantung proporsal pengajuan kebutuhannya,” jelas Sentot kepada Kabag Humas Pemkab Gresik, Suyono.

Uang bantuan itu akan digunakan untuk membeli peralatan pijat. Misalnya tempat tidur, dipan, kasur, almari, kipas angin, meja kursi, gorden dan lain sebagainya. “Pokoknya semua peralatan yang membantu pelaksanaan pijat memijat,” terangnya.

Puluhan tuna netra anggota Pertuni Gresik itu menerima batuan karena sebelumnya mereka sudah pernah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Kementerian Sosial Gresik melalui Dinas Sosial Gresik.

Saat ini, mereka sudah memanfaatkan pelatihan tersebut untuk membuka praktek. “Insyaallah saat ini mereka sudah berpengalaman. Semoga dengan bantuan ini usaha mereka bisa berkembang,” ujarnya.

Ajim (46), salah satu penerima dana hibah mengaku sangat berterimakasih atas bantuan tersebut. Warga Sedapurklagen Benjeng Gresik ini mengatakan, bahwa bantuan itu sebagai upaya pihak Dinsos Gresik dalam pemberdayaan masyarakat miskin.

”Saya merasakan, karena saya diajak ikut serta oleh Dinsos Gresik untuk merealisasikan bantuan ini ke Kementerian Sosial di Jakarta,” tutur Ajim. (as)