Waspada Antraks, Pemkab Gresik Perketat Peredaran Sapi dan Unggas

0
379 views
Ilustrasi hewan ternak
Ilustrasi hewan ternak

BeritaGresik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan memperketat peredaran ternak sapi dan unggas dari luar daerah.

Itu dilakukan guna mengantisipasi penyebaran virus antraks dan flu burung yang terdeteksi menjangkiti sejumlah sapi di Kabupaten Banyuwangi dan flu burung di Kabupaten Lamongan.

“Untuk mengantisipasi penularan antraks dan flu burung kami terus melakukan pemantauan terhadap hewan ternak milik warga,” kata Kadis Kelautan Perikanan dan Peternakan Gresik, Langu Pindingara, Selasa (22/3/2016).

Untuk sapi potong, menurut dia resiko terkena antraks di Kabupaten Gresik sangat rendah. Meski begitu, pihaknya meminta agar para peternak dan masyarakat lebih waspada terhadap viris tersebut.

“Masyarakat harus lebih selektif kalau ingin membeli sapi dan unggas dari luar daerah,” ucap Langu Pindingara.

Sebagai upaya untuk mengantisipasi, Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Gresik juga lebih intensif melakukan pemeriksaan rutin dan acak ke pasar-pasar hewan setempat dan pemilik ternak.

Apabila muncul laporan sapi dan unggas sakit atau mati mendadak, lanjut dia, langkah penanganan serta pemeriksaan akan segera dilakukan sesuai standar operasional prosedur.

Salah satunya dengan mengambil sampel darah maupun organ dalam ternak sapi yang mengalami kematian secara mendadak dan misterius.

“Tidak hanya untuk ternak sapi dan unggas, tapi kami akan langsung turun ke lapangan kalau ada laporan hewan ternak yang mati mendadak,” ungkapnya.

Sejauh ini di kabupaten Gresik belum ada laporan sapi atau hewan ternak lain, yang mati mendadak ataupun terserang penyakit. (wan)