Australia Apresiasi Sekolah Perempuan di Gresik

Pertemuan tim MAMPU bersama Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim dan peserta didik Sekolah Perempuan (Sekoper) di ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik, Kamis sore (21/2/2019). (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Kedutaan Australia melalui forum ‘MAMPU’ yang merupakan kemitraan Pemerintah Australia (DFAT) dan Pemerintah Indonesia (BAPPENAS) mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam upaya pengarusutamaan dan kesetaraan gender melalui Sekolah Perempuan (Sekoper).

Sebagaimana diketahui bahwa forum ‘MAMPU’ bertujuan untuk meningkatkan akses perempuan miskin di Indonesia terhadap layanan penting dan program pemerintah guna mewujudkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Apresiasi itu disampaikan Bram Marolop, Unit Manager Program MAMPU bersama timnya ketika datang ke Kabupaten Gresik untuk bertatap muka secara langsung dengan perempuan peserta didik Sekoper.

Pertemuan tersebut berlangsung di ruang Graita Eka Praja, Kantor Bupati Gresik, Kamis sore (21/2/2019). Selain peserta didik Sekoper, tanpak hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim.

Dalam pertemuan itu, Marolop mendengar secara langsung manfaat yang diperoleh peserta didik setelah para perempuan mengikuti program Sekoper yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Gresik itu.

Elysabet Yunita (35), salah seorang peserta didik Sekoper asal Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, Gresik, menjelaskan bahwa Sekoper memberikan banyak manfaat bagi dirinya dan peserta didik yang lain.

Menurut dia, perempuan yang menjadi peserta didik Sekoper belajar banyak hal terkait perlindungan sosial, kesetaraan gender hingga pengetahuan terkait kesehatan reproduksi perempuan, terutama fungsi dan kegunaan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat JKN-PBI untuk pemeriksaan kesehatan.

“Kami juga dilibatkan untuk memberikan edukasi terhadap kegunaan kartu JKN-PBI kepada masyarakat. Hal ini mungkin jarang dilakukan di tempat lain, bahwa edukasi dan pengumpulan data serta pembelajaran kesetaraan gender dengan melibatkan perempuan,” ujar Elysabeth.

Sementara Elis (32), peserta Sekoper asal Desa Deliksumber, Kecamatan Benjeng, mengaku kini aktif bersama tim pemantau program perlindungan sosial memberikan sosialisasi dan edukasi masyarakat di daerahnya setelah ikut di Sekoper.

“Kami membentuk tim pemantau komunitas perlindungan sosial untuk aktif belajar bersama dan juga memberikan edukasi bagi masyarakat yang membutuhkan pengalaman kami selama mengikuti Sekoper,” katanya.

Mendengar hal itu, Bram Marolop mengaku sangat respect dengan Pemerintah Kabupaten Gresik dan berniat menjadikan Pemerintah Kabupaten Gresik sebagai mitra untuk bekerjasama dalam hal pemberdayaan perempuan.

Dia bahkan menilai, keterlibatan perempuan dalam sejumlah lini untuk keberlangsungan pembangunan di Kabupaten Gresik sudah terlaksana dengan baik.

“Kami sangat mengapresiasi upaya Pemkab Gresik. Sebab seiring dengan misi kami yakni mendukung program Pemerintah Indonesia dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan membangun kepemimpinan dan pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan akses perempuan terhadap layanan dasar dan program pemerintah,” ucapnya.

Ia menambahkan, dalam bermitra dengan instansi pemerintah, pihaknya bekerja di lima area tematik, yakni akses kepada perlindungan sosial, perbaikan kondisi kerja, perlindungan buruh migran, perbaikan kesehatan dan nutrisi perempuan serta pengurangan kekerasan pada perempuan. (iis/as)

No Response