Operator Bus Diimbau tak Permainkan Klakson “Telolet”

0
783 views
Anak-anak sedang meminta pengendara bus membunyikan klakson “telolet”. (Foto: BG)

BeritaGresik.com – Menteri Perhubungan (Memhub) Budi Karya Sumadi mengimbau kepada seluruh operator bus agar tidak mempermainkan klakson yang saat ini tengah jadi buah bibir, yaitu “Om Telolet Om”.

Menurut Menhub, bunyi klakson “telolet” membahayakan para pengendara lain di jalan. “Kita melihat kegiatan itu sesuatu yang menyenangkan, tapi membahayakan maayarakat,” kata Budi di Kantor Kemenhub, Jakarta, Rabu (21/12/2016).

Karena itu, pihak Kemenhub berencana mengkaji penggunaan klakson yang kini tengah mensunia itu dengan pertimbangan dampak terhadap keselamatan berkendara itu sendiri. “Akan kita kaji,” ucapnya.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 Tentang Kendaraan, aturan tentang suara klakson pada Pasal 69 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2), paling rendah yaitu 83 delapan desibel (dB) dan paling tinggi 118 desibel (dB).

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Bambang S Ervan mengatakan, perlu dikaji apakah berasal dari klaksonnya atau kegiatan anak-anak yang meminta supir menyalakan klakson tersebut.

Pasalnya, menurut dia, selama tidak melebihi batas sesuai aturan yang tertera dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 Tentang Kendaraan, maka itu tidak termasuk pelanggaran.

“Kalau masih sesuai ketentuan, itu tidak akan menjadi polusi udara, tapi apakah memang dari kegiatan anak-anaknya,” ujarnnya.

Saat ini memang tengah marak dan menjadi viral di media sosial anak-anak yang meminta dibunyikan klakson kepada supir bus dengan frasa “Om Telolet Om”.

Awalnya, kegiatan sederhana, namun membahagiakan anak-anak tersebut dilakukan oleh anak-anak di Jepara, Jawa Tengah, namun belum dikaji apakah berdampak pada keselamatan berkendara. (ant/as)