Warga Keluhkan Jalan Pantura Gresik yang Berdebu

0
163 views
Jalan Pantura Gresik berdebu saat panas dan becek ketika turun hujan. (Foto: BG/Kurniawan)

BeritaGresik.com – Warga dan pengguna jalan mengeluhkan Jalan Raya Deandles di jalur Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Gresik yang bergelombang dan becek saat turun hujan. Jalan juga dipenuhi debu saat panas dan mengganggu jarak pandang.

Pantauan BeritaGresik.com di lapangan, Selasa (21/2/2017), proses perbaikan jalan sepanjang 7 kilometer dari Desa Banyutami hingga Betoyo itu sudah selesai ditinggikan. Selain diperlebar, badan jalan juga diurug setinggi 20 centimeter lebih.

“Memang sudah tuntas, tapi tetap kesannya asal-asalan. Saat hujan jalan becek, bergelombang dan licin, jarak pandang sangat terganggu dan sering menyebabkan pengendara motor terjatuh. Saat panas berdebu,” kata Sholeh (40), warga Pereng Bungah, Gresik, Selasa (21/2/2017).

Para pengguna jalan mengatakan, debu di jalan menempel pada baju dan celana bila melintas saat panas, sehingga membuat pakaian kotor dengan debu, “Bagi yang membawa mobil mungkin enak, tapi bagi kami yang bermotor terganggu,” keluhnya.

Menurut Sholeh, para pengendara motor juga mengeluhkan debu yang membuat napas jadi sesak. Karena itu, warga dan pengendara motor mendesak pemerintah dalam hal ini Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur (Jatim) secepatnya melakukan pengerasan aspal.

Menanggapi hal itu, Kepala BBPJN Jatim I Ketut Dharma Wahana mengatakan, perbaikan jalan sudah selesai. Saat ini tinggal pengerasan aspal yang menunggu lelang. Namun, perbaikan tidak hanya dilakukan di wilayah Manyar, tetapi sejumlah jalan yang mengalami kerusakan, seperti jalur penghubung Bungah-Panceng.

“Sisa jalan yang rusak di wilayah pantura sudah diperbaiki sejak beberapa waktu lalu. Sampai sekarang proses tambal sulam masih tetap berjalan,” terangnya.

Saat ini, pihaknya dikatakan tengah fokus mengawal proses lelang tahap kedua untuk perbaikan bagian atas (pengaspalan) jalan dan saluran air. Sebab, kontrak pertama hanya sampai proses pengerasan jalan.

Meski kondisi cuaca tak mendukung, kata I Ketut, BBPJN terus berusaha memperbaiki jalan. “Dengan harapan agar aktivitas masyarakat lancar dan tidak lagi menyalahkan kami,” pungkasnya. (wan)