Gara-gara HP Buat Ceweknya, Pria di Gresik Nekat Bunuh Tetangganya

Kasatreskrim bersama anggota saat press release di Kantor Polres Gresik. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Perburuan Tim Buru Sergap (Buser) Polres Gresik terhadap terduga pelaku pembunuh Mar’atus Sholikhah (39), warga Kelurahan Lumpur Gresik, pada 12 Desember 2017 lalu, pukul 01.00 Wib akhirnya membuahkan hasil.

Tim Buser Polres Gresik yang dipimpin oleh Kanit Pidum Ipda Moch Dawud berhasil menangkap pelaku bernama Muhammad Choirul (39), warga Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik.

Ternyata, pelaku merupakan tetangga korban. Terbongkarnya kasus pembunuhan tersebut bermula ketika polisi mendapatkan laporan pada tanggal 14 Desember 2017, terkait adany warga Lumpur yang meninggal tidak wajar.

“Karena jenazah Mar’atus Sholikhah sudah dimakamkan, sehingga petugas melakukan pembongkaran terhadap makam korban untuk otopsi,” kata Kasatreskrim Polres Gresik AKP Adam Purbantoro.

Dari data yang ada disertai bukti-bukti pendukung lainnya, seperti bekas cekikan yang ada di leher korban, semakin menguatkan adanya dugaan jika Mar’atus Sholikhah adalah korban pembunuhan.

“Apalagi ada barang milik korban yang hilang seperti HP, akhirnya polisi melakukan pelacakan terhadap HP milik korban,” tutur Kasatresktim.

Dari pelacakan yang dilakukan terhadap HP milik korban, polisi memperoleh signal ternyata HP korban dipegang seorang wanita yang sedang menjaga warung.

Kepada polisi, penjaga warung mengaku jiia HP yang dipegangnya itu tidak diperoleh dari membeli, melainkan diberi oleh seorang teman lelakinya bernama Mohammad Choirul, warga Lumpur Gresik yang berpropesi sebagai tukang perahu.

Dari petunjuk yang diperoleh, beberapa anggota Buser Polres Gresik langsung bergerak cepat mencari pelaku di sekitar dermaga Lumpur. Pelaku ditangkap usai bekerja menjadi ojek kapal mengantarkan orang dari dermaga menuju kapal.

“Kami tangkap kemarin di salah satu dermaga. Setelah diperiksa, kami tetapkan sebagai tersangka,” terang mantan Kasatreskrim Polres Malang itu.

Kepada polisi, tersangka, mengaku kalau aksinya dilakukan pada hari Selasa (12/12/2017) lalu. Pelaku mendatangi rumah korban sekitar pukul 01.00 Wib dini hari. Dia berusaha meminta HP korban.

Rencananya, HP milik korban tersebut akan diberikan kepada teman wanitanya. Saat itu, korban menolak sambil berteriak. Namun, pelaku tetap bersikeras mengambil HP milik korban tersebut.

Karena takut ketahuan warga setempat, pelaku akhirnya mencekik korban di dalam kamar selama 15 menit hingga meninggal. Untuk mengelabuhi petugas, pelaku menutupi wajah korban dengan bantal. “Biar tidak diketahui kalau meninggal akibat saya cekik,” kata pelaku.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 365 ayat 3 KUHP tentang tindak pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Tidak ada pelaku lain,” ujar Ipda Dawud. (amn/as)

No Response