Sambari Setujui Tuntutan Warga Terkait Jalan Pantura Gresik

0
2,219 views
Warga menanami pohon pisang di tengah jalan yang rusak di Gresik. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menyetujui sejumlah usulan warga yang menuntut kelancaran dan perbaikan jalan jalur Pantai Utara (Pantura) Gresik, mulai dari Manyar sampai Panceng.

Kesepakatan tersebut dicapai saat ratusan warga kawasan Pantura Gresik yang tergabung dalam Forum Masyarakat Gresik Peduli (FMPG) menggelar aksi demo ke Kantor Bupati Gresik, Selasa (20/12/2016).

Bupati juga juga menandatangani beberapa usulan yang berkembang ketika pertemuan antara pendemo dengan pihak pemerintah yang berlangsung di Ruang Graita Eka Praja, Selasa (20/12).

Sejumlah poin kesepakatan Pemkab Gresik dengan warga terkait jalan Pantura Gresik. (Foto: BG/Amn)

Keseriusan Bupati Gresik untuk menerima keluhan FMPG sudah terlihat sejak awal. Ketika ratusan anggota FMPG yang berasal dari Manyar, Bungah, Sidayu dan Panceng itu mendatangi Kantor Bupati Gresik.

Tak perlu menunggu lama, para pendemo yang dipimpin oleh koordinator aksi Agus Budiono langsung di temui oleh Bupati Sambari di Halaman Kantor Bupati Gresik.

Bupati tampak didampingi Wakil Bupati Moh. Qosim, Ketua DPRD Gresik Abdul Hamid, Kapolres Gresik AKBP Adex Yudiswan, Kepala Dinas PU Bambang Isdianto, Kepala Dinas Perhubungan Andhy Hendro Wijaya serta perwakilan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Nuruddin Pujo Artanto.

Rombongan Bupati langsung mendatangi kerumunan ratusan pendemo. Saat itu beberapa orang di antara pendemo tersebut saling menyampaikan tuntutan.

Untuk menjaga ketertiban terkait tuntutan masyarakat tersebut, Sambari mengajak beberapa orang perwakilan untuk masuk kedalam ruang Graita Eka Praja.

“Mari kita buat usulan bersama terkait hal-hal yang bukan kewenangan saya. Saya siap menandatangani dan kita usulkan ke Pemerintah pusat,” kata Sambari serius.

Beberapa perwakilan dari FMPG mengikuti ajakan Bupati Gresik beserta rombongan untuk bersama-sama menandatangani usulan yang akan disampaikan ke Jakarta dan kesepakatan yang akan ditindaklanjuti oleh Pemkab Gresik maupun kepolisian.

Tuntutan yang disetujui dan ditandatangani Bupati beserta beberapa pihak terkait yaitu, tegakkan surat edaran Bupati Gresik tentang larangan jam operasional armada galian C, batubara dan sejenisnya.

Jam operasi mulai pukul 05.00-08.00 untuk pagi hari dan pukul 15.00-18.00 untuk sore hari. Tuntutan yang juga disetujui yaitu melarang muatan melebihi batas tonase dan wajib memasang penutup terpal.

Untuk usulan agar kendaraan angkut dengan indeks besar dilarang beroperasi siang hari dan hanya boleh pada 18.00-05.00, Bupati menyatakan, jika hal itu melanggar perundangan Jalan Nasional. “Namun saya tetap konsultasikan ke pihak yang berwenang,” janji Sambari.

Tuntutan yang lain yang juga disetujui oleh Sambari yaitu, mendesak pemerintah di semua tingkatan segera memperbaiki jalan raya sepanjang jalur utama Gresik (Manyar-Bungah-Sidayu dan Panceng).

Warga juga menuntut pengkajian ulang dan tanggung jawab perbaikan jalan raya oleh proyek pemasangan pipa gas yang juga menjadi penyebab kerusakan jalan raya.

Menanggapi usulan FMGP, Ketua DPRD Gresik Abdul Hamid menyatakan siap mengawal usulan tersebut. Kesanggupan mengawal sampai ke Jakarta juga disampaikan Bupati Sambari.

“Nanti Kepala Dinas Perhubungan bersama saya untuk menyampaikan usulan masyarakat ini ke Jakarta,” tegas Sambari.

Perwakilan BBPJN, Nuruddin Pujo Artanto menyatakan, pihaknya siap melaksanakan perbaikan jalan mulai malam nanti. “Sebetulnya proses perbaikan jalan ini juga sudah kami mulai sejak dua minggu yang lalu,” katanya. (sdm/as)