Rusak Cagar Budaya, Perbaikan Trotoar Dikeluhkan Warga Gresik

0
255 views
Tenda berdiri di trotoar yang sedang diperbaiki dengan cara memaku tembok bangunan cagar budaya di Kota Gresik. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Trotoar merupakan salah satu fasilitas penunjang jalan, yang berfungsi memenuhi hak pejalan kaki. Bahkan di negara-negara maju, keberadaan trotoar menjadi infrastruktur yang sangat penting untuk dipenuhi pemerintahnya.

Pemenuhan hak bagi pejalan kaki dirasa penting mengingat tingginya mobilitas warga dan kepadatan penduduk suatu negara, sehingga menuntut semua orang bergerak cepat agar tidak tertinggal.

Pentingnya penuhan trotoar juga dirasakan warga di Kabupatwn Gresik. Di Kota Pudak ini ada beberapa trotoar yang sedang diperbaiki, seperti trotoar di Jalan Randen Santri, Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Dr Soetomo, Gresik, Selasa (20/12/2016).

Pengerjaan trotoar bersampingan dengan bangunan bersejarah di Kota Gresik yang dibangun pada 1911. Keberadaan bangunan yang masuk cagar budaya ini harusnya dilindungi, bukan dirusak dengan pemasangan tenda yang memaku tembok.

“Pengrusakan (vandalisme) oleh pekerja proyek dengan menaruh bahan material, entah pihak kontaktor atau pemkab yang bertanggung jawab,” kata Ilham (27), warga Gresik kepada beritagresik.com.

Saat ditanya kepada para pekerja, mereka pun mengaku tidak tahu. “Kami hanya bekerja menjalankan perintah,” ucapnya.

Ilham menilai, jika pemasangan Box Culvert hingga pemasanagan keramik trotoar tersebut terkesan sembrono. Dia menyayangkan pengerjaan proyek tersebut yang dianggap tidak bertanggung jawab.

Diketahui, proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor PT Pean Efrat Perdana.
Anggaran pengerjaan di Jalan Dr Soetomo sebesar Rp 3,6 miliar dari APBD Kabupaten Gresik tahun 2016. (wan)