Petrokimia Gresik Akui 48 TKA China Bekerja di Proyek Amurea II

0
490 views
TKA asal China bekerka di proyek amonia-urea Gresik. (Foto: Ist/bangsa omline)

BeritaGresik.com – Pihak manajemen PT Petrokimia Gresik mengakui jika terdapat sebanyak 48 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bekerja dalam proyek pembangunan pabrik Amoniak-Urea (Amurea) II.

Data perusahaan BUMN itu per November 2016 mencatat, total pekerja proyek Amurea II mencapai 1.645 orang. Jumlah ini terdiri dari 1.597 pekerja lokal dan 48 orang TKA asal Negeri Tirai Bambu China.

Seluruh pekerja asing asal China yang bekerja di proyek pembangunan pabrik Amurea II tersebut dikatakan telah mengantongi Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) dan boleh bekerja di Indonesia.

Selain itu, sebanyak 17 TKA asal China di proyek Amurea II saat ini sedang proses perpanjangan KITAS. Sebagai konsekuensi, pekerja asing tersebut tidak diperbolehkan masuk dan bekerja di area Petrokimia.

Untuk itu, maka kontraktor wajib mengurus proses administratif tersebut sampai selesai, agar mereka nantinya dapat kembali masuk dan bekerja di lingkungan proyek.

“TKA yang belum mengantongi izin bekerja tentunya tidak kami perbolehkan masuk ke area perusahaan. Mereka sepenuhnya jadi tanggungjawab kontraktor,” terang Direktur Teknik & Pengembangan Petrokimia Gresik, Arif Fauzan, Selasa (20/12/2016).

Menurut dia, seluruh TKA yang bekerja di proyek disyarakatkan memiliki keahlian khusus (skilled labor). “Kami akan kawal ketat soal TKA asing ini sampai masa pelaksanaan proyek selesai,” ucapnya.

Arif menjelaskan, bahwa pabrik Amurea II merupakan salah satu proyek strategis pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Hal ini berdasarkan pada Instruksi Presiden (Inpres) RI Nomor 2 Tahun 2010, tentang Revitalisasi Industri Pupuk.

“Berdasarkan Inpres tersebut kami menyusun rencana pembangunan proyek Amurea II. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan bahan baku impor dan memenuhi kebutuhan pupuk petani Jawa Timur,” ujarnya.

Proyek pembangunan pabrik Amurea, kata Arif, tendernya dimenangkan konsorsium kontraktor asal China Wuhuan Engineering Co. Ltd bersama kontraktor nasional PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Nilai proyek pembangunan pabrik mencapai US$ 523 juta.

Sebagai pemenang tender, kontraktor wajib menyiapkan seluruh sumber daya untuk menyelesaikan proyek sesuai perjanjian kontrak kerja, termasuk dalam hal penyediaan tenaga kerja.

Dalam kontrak kerjasama itu disebutkan jika penggunaan tenaga kerja sepenuhnya menjadi tanggungjawab kontraktor. Namun Petrokimia tetap mensyaratkan kepada kontraktor untuk mematuhi prosedur yang berlaku di Indonesia. (zr)