Gandeng BI, DPR Sosialisasi Cara Bedakan Uang Asli dan Palsu di Gresik

0
94 views
Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar asal Jawa Timur sosialisasikan keaslian uang rupiah di Gresik. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Maraknya uang palsu jelang lebaran Hari Raya Idul Fitri 1438 H disikapi oleh anggota DPR Fraksi Partai Golkar asal Jawa Timur yakni anggota Komisi VII DPR Eni Maulani.S dan Anggota Komisi XI Nur Purnamasidi.

Mereka melakukan Sosialisasi Keaslian Uang Rupiah dan Keuangan Rumah Tangga di Hotel Pesona, Jalan Panglima Sudirman No.1 Gresik Selasa (20/6/2017).

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh dan sekitar 500 pengurus dan kader Golkar se Kabupaten Gresik. Di antaranya, Ketua DPD II Golkar Gresik Ahmad Nurhamin, Penasehat Golkar KH. Nur Muhammad dan KH Syaiful Munir, anggota FPG DPRD Gresik serta pengurus dan kader Golkar Gresik.

Selain itu, juga hadir perwakilan dari  BI(Bank Indonesia) Perwakilan Jatim Alif Ferdiano.

Anggota Komisi VII DPR RI Eni Maulani.S menyatakan, Sosialisasi Keaslian Uang Rupiah dan Keuangan Rumah Tangga sangat penting, mengingat saat ini masyarakat diresahkan dengan beredarnya uang palsu. “Karena itu, kami menggandeng BI untuk sosialisasikan cara membedakan uang asli dan palsu,” kata Eni.

Eni menegaskan, dengan adanya sosialisasi tersebut masyarakat akhirnya bisa tahu cara membedakan antara uang asli dan palsu, sehingga mereka bisa melaporkan ke pihak berwenang jika mendapatkan uang palsu.

Pada kesempatan itu, Eni menjelaskan bahwa BI memiliki peran besar dalam menumbuhkembangkan sektor informal dan ekonomi kerakyatan dengan memberikan kredit lunak. “BI selama ini punya andil besar dalam membantu para usahawan kecil seperti UMKM(Usaha Mikro Kecil dan Menengah) PKL(Pedagang Kaki Lima), dan sektor informal lain,” papar Eni.

Dengan adanya program ekonomi kerakyatan tersebut perekonomian masyarakat bawah diharapkan bisa terangkat.

Eni juga mengungkapkan bahwa ia telah banyak mewujudkan sejumlah program yang dibutuhkan masyarakat di dapil X(Gresik dan Lamongan) seperti PJU(Penerangan Jalan Umum), sumur bor untuk air bersih, bantuan mesin kapal, subsidi listrik untuk golongan 900 Kwh dan program ESDM(Energi Sumber Daya Mineral) lain. “Masyarakat sudah merasakan program-program yang kami bawa tersebut,” pungkasnya.

Anggota Komisi XI DPR RI Nur Purnamasidi menambahkan di BI ada program PSBI(Program Sosial Bank Indonesia).”  Fungsi program ini untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat  berbasis kelompok,” katanya.

PSBI tersebut tujuannya seperti untuk memberikan modal usaha bagi kelompok usaha kecil seperti UMKM, pedagang kecil, PKL, mengembangkan ekonomi keluarga dan lainnya. ” Program itu juga untuk mengendalikan inflansi seperti harga kebutuhan pokok seperti cabai dan lainnya,” paparnya.

” Selain itu, juga untuk mengendalikan kurs tukar rupiah, ” sambungnya.

Sementara Alif Ferdiano, Kasir dari BI Perwakilan Jatim menyatakan, bahwa keaslian uang rupiah itu merujuk UU  Nomor  7 Tahun 2011,   tentang  Uang Pasal 2, Pasal 11 dan Pasal 29.” Karena itu, jika diketemukan uang palsu masyarakat tidak bisa mengambil tindakan. Yang bisa hanya BI,” katanya. (wan)