Beragam Tanggapan Soal Kehadiran FPI di Gresik

0
200 views
Front Pembela Islam (FPI)

BeritaGresik.com – Adanya aksi penolakan terhadap rencana pembentukan ormas Front Pembela Islam (FPI) di Gresik cukup menyita perhatian banyak pihak. Langkah itu bahkan mendapatkan tanggapan yang beragam dari sejumlah kalangan di Gresik.

Anggota KAHMI Kabupaten Gresik Utomo berpendapat, FPI merupakan organisasi resmi yang terdaftar di Kemendagri, sehingga tak boleh ada yang melarang atau menghalang-halangi eksistensinya selama negara mengakui keberadaannya.

“Terkait upaya FPI mau membuka kantor cabang di Gresik itu menurut saya ya wajar-wajar aja, selama FPI mengikuti prosedur yang ada. Gresik slogannya Kota Santri, masak ada FPI berdiri ditolak,” kata Utomo di Gresik, Senin (20/2/2017).

Anggota DPRD Gresik, Abdullah Syafi’i menyayangkan adanya aksi penolakan berdirinya FPI di Gresik. “Selama tidak menyalahi ketentuan undang-undang, siapapun ngak boleh melarang termasuk Ansor,” kata Syafii, putra aktifis Banser Gresik.

Senada disampaika Abdul Latif, mantan aktifis mahasiswa tahun 1999. Ia sangat menyesalkan aksi penolakan yang terkesan saling mengklaim paling benar. Menurut dia, harusnya sesama umat islam duduk bersama, menjalin komunikasi dan diskusi tentang ke keislaman.

“Kalau antar kelompok merasa paling benar sendiri, apalagi menolak kelompok islam yang lain, tentu saja ada yang tepuk tangan melihat perpecahan antar umat islam,” ujar pria kelahiran Bawean itu.

Sebelumnya, puluhan warga bersama GP Ansor secara tegas menolak kehadiran FPI di Gresik. FPI dianggap tidak cocok di Kota Santri. Kehadiran FPI juga dikhawatirkan menimbulkan kegaduhan di tengah kondisi Gresik yang dipandang kondusif. (amn)