Cerita Ambulans Laut Pengangkut Jenazah ke Bawean, Bertaruh Nyawa Seberangi Lautan

Perahu kayu (Kalotok) berukuran kecil kembali mengangkut jenazah warga Bawean yang meninggal di Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Sebuah perahu kayu (Kalotok) berukuran kecil kembali mengangkut jenazah warga Bawean yang meninggal di Gresik. Jenazah dilayarkan pada Rabu (18/9/2019) malam sekitar pukul 20.30 Wib dari Gresik.

Jenazah dijemput ambulans laut milik Suhan Efendi, warga Desa Kepuhteluk, Tambak Bawean, Gresik. Upaya menjemput jenazah menggunakan jasa perahu kayu kerap dilakulan warga di Pulau Bawean ketika tak ada kapal yang beroperasi karena gelombang tinggi.

Tingginya gelombang di laut Jawa tak membuat nyalinya terhenti menjemput jenazah dengan perahu kayu berukuran kecil, meskipun harus bertaruh nyawa ketika menyeberangi ganasnya lautan.

Profesi itu sudah dia geluti sejak lama. Suhan kerap dihubungi warga Bawean untuk menjemput jenazah di Gresik. Hal itu ia lakukan meskipun BMKG sudah mengeluarkan peringatan gelombang tinggi di perairan mencapai 2 meter.

Saat itu Suhan dengan perahu kecilnya berangkat dari Pulau Bawean pada pukul 08.00 Wib, dan sampai di Pelabuhan Gresik jelang pukul 19.00 Wib.

Saat ditanya bagaimana gelombang laut selama perjalanan dari Pulau Bawean menuju Pelabuhan Gresik, Suhan hanya menjawab dengan santai. “Ia gelombang ada, tapi biasa,” ujar Suhan ditemui di Pelabuhan Gresik, Rabu (18/9/2019).

Setelah sampai di Gresik dan menaikkan bekal untuk perjalan kembali menuju Pukau Bawean, ia ditemani satu orang bersiap menghidupkan mesin perahu.

Pada saat itu, jenazah diturunkan dari mobil ambulans Persatuan Saudagar Bawean (PSB), sebuah ambulans gratis bagi warga Bawean yang membutuhkan.

Dari mobil ambulans, peti jenazah lalu dinaikkan ke dalam perahu kayu. Peti jenazah diletakkan di tempat khusus dengan cara diikat dan ditutup plastik terpal, agar tidak basah saat hujan atau terkena cipratan gelombang air laut.

Spontan Suhan meminta tolong kepada orang yang ada di tepian perahu untuk melepas tali pengikat perahu kayu kecil itu.

Tak lama kemudian, perahu kayu yang dikemudikan Suhan mulai bergerak meninggalkan Pelabuhan Gresik. Ia tak lupa minta didoakan agar perjalanan lancar. “Nyoon thuena maolle salamet (mohon doanya semoga selamat),” kata Suhan.

Suara gemuruh mesin perahu kayu langsung melaju kencang melesat hingga tak terlihat dari tepian dermaga Pelabuhan Gresik. Perahu Kalotok pembawa jenazah itu pun langsung bertolak menuju Pulau Bawean. (as)

No Response