AMP Extension page

Sambari Berharap Angka Kemiskinan di Gresik Terus Turun

Bupati Gresik Sambari saat menghadiri Bintek peningkatan kapasitas pelaksana Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT). (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto berharap angka kemiskinan di Gresik bisa ditekan lagi pada tahun 2018. Pada tahun 2016 kemiskinan di Gresik mencapai 13,09%, kemudian pada tahun 2017 angka kemiskinan turun menjadi 12,89%.

“Usirlah kemiskinan, tapi jangan usir orang miskin. Sesuai data yang ada pada kami, jumlah masyarakat miskin di Gresik saat ini sekitar 164.000. Tugas kita bersama untuk memberdayakan masyarakat agar menjadi tidak miskin,” kata Sambari saat membuka Bintek di Kantor Bupati Gresik, Rabu (19/9/2018).

Menurut Sambari, sebagai kabupaten industri harusnya prosentase jumlah penduduk miskin di daerah yang dipimpinnya lebih kecil dibanding kabupaten lain. Apalagi UMK Gresik jauh lebih tinggi ketimbang daerah lainnya.

“Upah Minimum Kabupaten Gresik lebih tinggi dibanding yang lain. Kita punya banyak program dalam pengentasan kemiskinan mulai dari Kartu Gresik Pintar, Kartu Gresik Sehat, santunan kematian, santunan yatim piatu dan santunan janda miskin,” papar Sambari.

Hal itu disampaikan Sambari dalam Bintek peningkatan kapasitas pelaksana Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT). Program ini merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial RI.

Program ini merupakan layanan yang dirancang untuk membantu dan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan berdasarkan daftar penerima program dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Beny Setya Nugraha dari Kementerian Sosial RI mengatakan, program ini di desain untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan dan keluhan masyarakat miskin dan rentan miskin serta menghubungkannya dengan program layanan yang dikelola oleh Pemerintah Pusat dan daerah sesuai kebutuhan mereka.

“Sistem ini telah terbukti memiliki keunggulan komparatif untuk mendorong terjadinya desentralisasi penanganan keluhan dan rujukan melalui program perlindungan social daerah. Kita semua menganalisis kesenjangan layanan social melalui kepesertaan program,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Sentot Supriohadi menyampaikan, program SLRT sebagai integrasi informasi data dan layanan.

“Kedepan fasilitator akan turun ke lapangan untuk memvalidasi data ke rumah tangga sasaran yang lebih akurat dan valid. Sistem ini harus terintegrasi di setiap OPD yang terkait di Kabupaten Gresik,” ungkap Sentot. (sdm/as)

No Response