Sejak 2012, RS Ibnu Sina Gresik Belanja Alkes Rp38,1 Miliar dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau

0
110 views
Tenaga medik RS Ibnu Sina Gresik saat mencoba alat radiologi digital x-ray yang baru yang sampai saat ini menunggu izin. (Foto: Humas Kab. Gresik)

BeritaGresik.com – Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik mengoptimalkan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk pembelian alat-alat kedokteran canggih, serta pembangunan fasilitas penunjang yang lainnya.

Optimalisasi penggunaan DBHCHT itu terhitung sejak digulirkan program ini mulai tahun 2012. Hal ini disampaikan Kepala RS Ibnu Sina Gresik, Endang Puspitowati didampingi Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Suyono, Rabu (26/4).

Tahun 2017 ini saja, RS Ibnu Sina Gresik mendapat kucuran dana sebesar Rp10 miliar dari DBHCHT. Dana itu digunakan untuk pembelian 1 unit ambulan dan 16 unit stretcher/brankar alat kedokteran umum.

Alat radiologi digital x-ray RS Ibnu Sina Gresik. (Foto: Humas Kab. Gresik)

Kemudian, pembelian alat lainnya, yaitu 70 unit bedside cabinet, 65 overbed table, 10 unit emergency trolly/resuscitation crash cart, 3 DC shock defibrillator, 2 unit ECG 12 chanel dan 10 unit bedside monitor untuk pasien jantung.

Kepada Kabag Humas, Kepala RS Ibnu Sina Endang Puspitowati mengatakan, sejak tahun 2012 RS Ibnu Sina Gresik telah menerima dana bagi hasil cukai masing-masing tahun 2012 sebesar Rp1,4 miliar, tahun 2013 naik menjadi Rp2,5 miliar, tahun 2014 naik lagi menjadi Rp5,7 miliar, dan tahun 2015 naik lagi menjadi Rp10,2 miliar dan tahun 2016 turun hanya sebesar Rp 8,3 miliar.

“Selama ini penggunaan dana tersebut selalu kami diskusikan dengan pihak provinsi. Dana tersebut untuk melengkapi beberapa fasilitas kesehatan berupa alat kedokteran untuk penyakit paru, jantung. Atas petunjuk dari pemberi dana, maka penggunaan dana tersebut kami kembangkan untuk pembelian alat-alat penyakit lain misalnya alat-alat obgyn dan lain-lain,” paparnya.

Menurut pengakuan Endang, beberapa peralatan yang dibeli dari dana bagi hasil cukai yaitu ventilator, caterisasi jantung, bronscoscopi, x-ray dan USG 4 dimensi. Khusus program DBHCHT tahun 2016, RS Ibnu Sina Gresik melengkapi peralatan khusus radiologi digital x-ray dan fluoroscopy. Alat radiologi ini adalah alat paling canggih untuk foto x-ray saat ini. Di Gresik, alat ini hanya ada RS Ibnu Sina.

Saat ini, alat tersebut memang belum dioperasikan, karena masih menunggu izin dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) yang hingga kini belum turun. “Tidak lama lagi surat ijin ini sudah turun, tapi kami sudah mempersiapkan dengan mendidik dan melatih beberapa tenaga medik yang ada di RS Ibnu Sina termasuk dokter yang menangani alat tersebut sudah kami siapkan” jelas Endang kepada Kabag Humas dan Protokol Suyono.

Sementara Kepala Bagian Humas dan Protokol Suyono menyatakan, bahwa penggunaan dana bagi hasil cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Gresik khususnya di RS Ibnu Sina sudah sangat optimal. Hal ini karena skala prioritas dana bagi hasil cukai memang dialokasikan untuk memperbaiki kualitas kesehatan.

“Dana ini sebagian besar dibelanjakan untuk alat-alat kedokteran dimana dapat meningkatkan kualitas hidup kesehatan masyarakat terutama pasien penyakit paru dan jantung” tandasnya. (sdm/adv)