Mahasiswa dan Buruh Gresik Tolak Permenkes Soal Biaya Tambahan Pasien BPJS

Aliansi mahasiswa dan buruh Gresik yang tergabung dalam Komite Kesehatan Rakyat menolak peraturan Menteri Kesehatan Nomor 51/2018 tentang Penambahan Biaya. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Aliansi organisasi kemahasiswaan dan burh Gresik yang tergabung dalam Komite Kesehatan Rakyat menggelar aksi demo menolak Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 51/2018 soal urun biaya dan selisih biaya Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Masa aksi yang berjumlah sekitar 60 orang itu melibatkan beberapa organisasi kemahasiswaan dan buruh di Gresik, di antaranya PMII, HMI, IMM, FPPI, SEBUMI dan KASBI.Mereka berkumpul di Bunderan GKB Gresik, lalu longmarch menuju Kantor Pemkab Gresik sambil membagikan selebaran di Rumah Sakit Ibnu Sina.

Aksi longmarch di depan Pemkab yang dipimpin oleh Korlap Udin berlangsung sejak pukul 10.30 Wib hingga Pukul 14.00 Wib. Massa aksi sempat melakukan audensi dengan Pihak Dinas Kesehatan dan BPJS Gresik.

“Kami ingin jaminan kesehatan yang layak, bukan asuransi kesehatan,” tutur Udin, Korlap Aksi, Selasa (19/2/2019).

Mahasiswa dan buruh di Gresik menolak Permenkes soal penambahan urun biaya pasien BPJS.

Menurut dia, terbitnya Permenkes telah menambah keresahan masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan, khususnya masyarakat miskin.

Saat audiensi, perwakilan setiap organisasi menuntut Dinas Kesehatan Gresik dan BPJS Gresik agar ikut menyuarakan penolakan terhadap Permenkes ke Dinas Kesehatan Jawa Timur.

“Kami beri tenggat waktu satu minggu dan kalau tak ada hasil, kami akan aksi kembali,” tegas Faisol, perwakilan dari PC PMII Gresik.

Sambil melakukan orasi, peserta aksi juga menampilkan seni musik dari SEBUMI. Aksi berjalan damai dan tertib sampai massa aksi pulang.

Untuk diketahui, dalam Permenkes Nomor 51 Tahun 2018 tertulis, setiap kali berobat ke faskes, pasien BPJS Kesehatan bakal wajib membayar biaya administrasi yang sudah disesuaikan. Adapun urun biaya untuk rawat jalan yakni sebesar Rp20 ribu di rumah sakit kelas A dan B. Sedangkan di rumah sakit kelas C dan D membayar Rp10 ribu. (abr)

No Response