Perusahaan Baja di Gresik Diberi Peringatan Terkait TKA

0
505 views
Gubernur Jatim Soekarwo saat melakukan sidak terhadap TKA di PT Bahagia Steel di kawasan Sumengko, Gresik, Selasa (17/1). (Foto: Humas Pemprov Jatim)

BeritaGresik.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tomur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi melayangkan surat peringatan pertama kepada pihak manajemen perusahaan PT Bahagia Steel atas dugaan mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) yang tidak sesuai peraturan.

“Kami mengirimkan peringatan kepada manajemen setelah mengumpulkan data-data dan bukti temuan usai dilakukan inspeksi mendadak di perusahaan itu,” kata Kepala Disnakertrans Jatim Sukardo di Surabaya, Rabu (18/1/2017).

Menurut dia, pihaknya sudah mengikat kesepakatan dengan perusahaan yang ada di kawasan Sumengko Gresik itu dengan penandatanganan nota kesepakatan. PT Bahagia Steel dikatakan menyanggupi enam poin sesuai yang disyaratkan oleh Disnakertrans.

Keenam poin tersebut, yakni perusahaan wajib untuk menunjukkan surat penunjukan tenaga kerja asal Indonesia sebagai pendamping TKA , dan diberikan waktu selama tujuh hari untuk melengkapinya.

Poin kedua, perusahaan wajib mendaftarkan seluruh TKA-nya ikut dalam program BPJS dalam waktu 14 hari sejak diterimanya surat yang dikirim pihak Disnakertrans Jatim.

Selanjutnya, surat pernyataan pengalihan teknologi dari TKA ke tenaga pendamping. Poin keempat, perusahaan wajib menunjukkan sertifikasi atau kompentensi TKA yang mengharuskan mereka punya pengalaman selama lima tahun dengan batas waktu kelengkapan selama tujuh hari.

“Kelima, perusahaan wajib menunjukkan NPWP bagi TKA yang sudah bekerja di perusahaan itu lebih dari enam bulan. Terakhir, sesuai amanat Perda perusahaan mewajibkan TKA bisa berbahasa Indonesia,” paparnya.

Setelah waktu yang ditentukan tadi, lanjut dia, pihaknya bersama tim pengawas dari Disnakertrans akan kembali mengecek ke perusahaan tersebut terkait kelengkapan syarat-syarat sebagaimana disepakati.

Tim juga memastikan apakah pekerja asing asal Tiongkok di sana jumlahnya sesuai yang dilaporkan pada penemuan inspeksi pertama, yaitu sebanyak 51 orang.

Jika masih belum bisa memenuhi syarat-sayarat yang sudah ditandantangani, maka akan dilayangkan surat peringatan kedua. “Jika setelah peringatan kedua juga tidak digubris maka langkah berikutnya adalah melaporkan ke pihak penegak hukum,” pungkasnya. (ant/as)