Jumlah Barisan Sedikit, Bupati Hukum Dua Dinas Pemkab Gresik

0
13 views
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menghukum kelompok barisan dua dinas Pemkab Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto meminta kelompok barisan Dinas Kesehatan Gresik dan barisan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindag untuk tetap tinggal di lapangan. Mereka dihukum lantaran jumlah barisannya paling sedikit.

“Untuk kelompok barisan Dinas Kesehatan Gresik serta Kelompok barisan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindag tinggal di tempat” kata Sambari saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Gresik, Senin (18/9/2017).

Dalam kesempatan itu Bupati Sambari didampingi Wabup Gresik Mohammad Qosim,  Sekda Gresik Djoko Sulistio Hadi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Gresik Nadhif dan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Suyono.

Selain dua kelompok dinas, Bupati Sambari juga memanggil enam orang PNS yang tidak memakai seragam Korpri serta  dua orang PNS lain yang datang terlambat.

Kepada mereka yang terlambat, Sambari mengingatkan agar selalu berlaku disiplin. “Sebagai PNS mestinya Anda bisa menjadi contoh panutan masyarakat dalam hal kedisiplinan. Datang tepat waktu, pakaian harus sesuai aturan,” ucapnya.

Sambari juga mengingatkan PNS agar datang tepat waktu sesuai aturan. “Kerena Anda sudah mendapat Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP). Kepada BKD agar dicatat nama-nama yang tidak hadir apel pagi ini, kalau besok masih tidak hadir langsung kasih surat teguran,” tegasnya.

Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik Suyono mengatakan, permintaan Bupati Sambari ini terkait minimnya jumlah barisan kedua Dinas tersebut. Dari data yang disampaikan Kepala BKD, jumlah PNS Dinas Kesehatan 88 orang namun yang hadir apel hanya 48. Sedangkan jumlah PNS Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindag 83 orang yang hadir hanya 55 orang.

“Stressing ini adalah salah satu upaya untuk mendisiplinkan PNS Pemkab Gresik, dan wajib dilakukan di semua lingkungan kantor Pemkab Gresik termasuk juga pada kantor pelayanan masyarakat. Dengan disiplin ini maka tidak ada lagi laporan masyarakat yang merasa tidak dilayani dengan alasan tidak ada pegawai yang melayani saat jam dinas,” papar Suyono. (as)