Ketika Bupati Gresik Bacakan Puisi Perjuangan

0
15 views
Bupati Gresik saat membacakan puisi perjuangan disertai teatrikal di WEP, Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Ketegangan terjadi ketika Bupati Gresik Sambari Halim Radianto membacakan puisi perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Kala itu, dua pengawal terlibat pertengkaran hingga terjadi baku tembak dan saling terbunuh.

Namun, baku tembak itu merupakan salah satu adegan teaterikal yang diperankan oleh dua orang ajudan sebagai sosok pejuang zaman dahulu. Teaterikal yang ditampilkan menggambarkan perpecahan akibat hasutan dan fitnah para penjajah. Akibat fitnah itulah dua orang pejuang saling tembak hingga keduanya terbunuh.

Dengan tangan mengepal dan suara lantang, Sambari membacakan penggal demi penggal kata-kata pengobar semangat. “Kemerdekaan hanyalah didapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar dengan tekad merdeka atau mati. Merdeka….merdeka….merdeka,” ucapnya.

Karena itu, kata Sambari melanjutkan, sebagai bangsa Indonesia yang kini sudah merdeka, jangan mudah dihasut dan diperdaya Karena hal itu dapat berakibat pada perpecahan kerukunan.

Keseruan tersebut baru pertama kali terjadi pada malam resepsi yang merupakan rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 72 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro, Kamis malam (17/7/2017).

Tampak saat itu Bupati Gresik didampingi waiilnya Moh. Qosim beserta seluruh Kepala OPD dan jajaran pegawai di lingkungan Pemkab Gresik memakai pakaian layaknya pejuang (pahlawan kemerdekaan) lengkap dengan aksesoris.

Bupati Sambari menuturkan, pakaian yang dikenakan seluruh jajaran pemkab Gresik itu sebagai wujud untuk merawat rasa nasionalisme. Sekaligus juga mengenang perebutan kemerdekaan dari penjajah 72 tahun silam yang diraih dengan kucuran darah.

“Kami suguhkan sesuatu yang berbeda di malam resepsei perayaan kemerdekaan RI tahun ini. Tidak hanya saya dan wakil bupati yang memakai pakaian pejuang kemerdekaan. Tetapi semua pegawai juga memakainya,” kata Bupati Sambari.

Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai kemerdekaan Indonesia, yakni bersama-sama mengisi kemerdekaan dengan karya dan pembangunan untuk menuju Gresik semakin baik.

Sementara itu, Wakil Bupati Moh. Qosim menekankan agar semangat kemerdekaan RI ini dijadikan momentum untuk motivasi dan meningkatkan kerjasama dalam berkinerja seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Gresik dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Semoga momentum HUT Kemerdekaan RI ke 72 tahun ini menjadi spirit bagi kita semua khususnya seluruh komponen masyarakat kabupaten Gresik untuk bersama-sama bergotong royong membangun Gresik menjadi lebih baik,” pungkasnya. (iis/as)