Dipicu Bunyi Klakson, Pria Ini Tembakkan Air Soft Gun ke Pengendara Lain

0
96 views
Polisi Gresik memperlihatkan tersangka pelaku penembakan di jalan raya. (Foto: BG/Kurniawan)

BeritaGresik.com – Berlagak sok gagah di jalan raya, seorang pria berinisial PDR (30) warga Kebomas, Gresik harus berurusan dengan polisi lantaran menembakkan pistol Air Soft Gun kepada korban, seorang anak berinisial AW di jalan raya hanya karena bunyi klakson, Sabtu, (8/4/2017).

Korban yang menderita luka di kelopak matanya dan menderita luka memar ini melaporkan perbuatan tersangka ke Reskrim Polres Gresik. Anggota Polres yang menerima laporan langsung mengamankan tersangka di rumahnya pada Senin (10/4/2017), beserta barang bukti.

AKP Adam Purbantoro, Kasat Reskrim Polres Gresik mengatakan bahwa penangkapan pria yang bekerja sebagai wiraswasta ini berdasarkan adanya laporan dari korban jika dirinya telah ditembak oleh orang tidak dikenal.

Kejadian tersebut berawal ketika korban AW mengendarai sepeda motor dengan temannya SFK di Jl. Arif Rahman Hakim, Gresik pada 8 April lalu sekitar pukul 8 malam. Di tengah perjalanan di depannya ada mobil yang dikendarai tersangka PDR.

“Mobil memutar balik kendaraan tanpa menyalakan lampu sein. Korban pun membunyikan klakson berkali-kali ke arah mobil tersangka,” terang AKP Adam Purbantoro, Senin (17/4/2017).

Tak terima dengan bunyi klakson korban, tersangka PDR lalu turun dari mobil sambil emosi, sehingga terjadilah cekcok dan aksi dorong antara korban dan tersangka. Tanpa diduga, tersangka mengeluarkan senjata Air Soft Gun dari dalam tas miliknya dan ditodongkan ke arah korban.

“Lalu di tembakkan ke wajah korban  mengenai kelopak mata bagian bawah sebelah kiri. Tersangka usai melakukan penembakan langsung kabur,” tambahnya.

Dari penangkapan tersangka, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya, 1 pucuk senjata Air Soft Gun type replika Glock 26 nomor DEA147US warna Hitam, 1 Kotak pelor atau peluru plastik. Lalu 1 buku kepemilikan senjata, 1 lembar kartu anggota TARGET Shooting Club dan 1 buah tas warna merah.

“Atas perbuatan tersangka, kita kenakan pasal 80 ayat 1 nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan  Atas Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 3 sampai 6 tahun penjara atau denda maksimal Rp72 juta, pungkasnya.(wan)