Terminal Bunder Lepas, Pemkab Gresik Kehilangan Pemasukan

0
2,772 views
Andhy Hendro Wijaya, Kepala Dishub Gresik di terminal Bunder. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Terminal Bunder Gresik diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sejak awal Januari 2017. Dengan begitu, mulai saat ini Pemkab Gresik tidak lagi memiliki terminal antar kota maupun antar provinsi.

Pengambil alihan pengelolaan terminal Bunder oleh provinsi terkait dengan adanya aturan baru, bahwa terminal tipe A akan dikelola pemerintah pusat dan terminal tipe B akan dikelola oleh provinsi. Sedang terminal Bunder termasuk kategori tipe B.

Dampaknya, pemerintah kota/kabupaten yang sebelumnya mengelola terminal, saat ini sudah tidak bisa lagi. Bahkan, restribusi terminal yang menjadi salah satu sumber pemasukan bagi pemda, mulai tahun ini masuk ke pemerintah provinsi dan pusat.

Terminal Bunder Gresik. (Foto: BG/Amn)

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik Andhy Hendro Wijaya membenarkan kalau sejak awal Januari 2015, terminal bunder menjadi tanggung jawab dishub provinsi, baik perawatan mapuan pengelolahannya.

Andhy mengatakan, saat ini di terminal  Bunder terdapat dua terminal, yakni terminal bus antar kota dan terminal lyn. Pihaknya telah mengajukan ke provinsi Jatim agar pengelolahan terminal khusus angkutan lyn bisa dikelola Dishub Gresik.

Sedangkan terminal bus antar kota dikelola oleh Dishub Provinsi. Namun ternyata permohonan tersebut tidak dikabulkan. Sehingga Pemkab Gresik kehilangan total dalam pengelolahan terminal Bunder.

Sejak dilakukan peralihan pengelolahan terminal Bunder, terdapat 11 pegawai Dishub Gresik yang ikut menjadi pengawai Dishub provinsi. “Mereka bertigas di bagian pengaturan lalu lintas di terminal,” kata Andhy, mantan Humas Pemkab Gresik.

Sementara itu, salah seorang sopir lyn kota, Udin, berharap agar kondisi terminal Bunder lebih bersih dan tertata dengan adanya proses peralihan pengelolaan dari pemerintah daerah ke pemerintah provinsi.

Selain itu, petugas dishub harus berani menindak bus antar kota yang datang dari barat dan menurunkan penumpang di depan SPBU Bunder. “Karena selain menyebabkan macet juga membuat para sopir rebutan penumpang,” kata Udin.

Dishub Gresik berencana mengaktifkan kembali beberapa terminal lama yang ada di beberapa kecamatan, seperti di Menganti, Kedamean, serta Driyorejo. Agar tetap bisa menyumbangkan pendapatan bagi daerah. (amn)