Adanya TKA Ilegal di Gresik Disesalkan Banyak Pihak

0
579 views
Salah seorang TKA asal China di dalam bus ketika di bawa keluar dari pabrik. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Sejumlah pihak menyesalkan adanya temuan tenaga kerja asing (TKA) ilegal asal China yang diketahui bekerja di proyek pembangunan pabrik Urea milik PT Petrokimia Gresik.

Apalagi kemunculan para pekerja kasar asal Negeri Tirai Bambu tersebut di tengah banyaknya pekerja lokal yang masih menganggur. Sontak peristiwa ini menuai reaksi dari banyak pihak di Kota Pudak.

Ketua DPC PPP Gresik Ali Mukid mengaku tidak habis pikir dengan adanya warga negara asing ilegal yang leluasa bekerja di wilayah Kabupaten Gresik. Sementara warga Gresik masih banyak yang butuh kerja.

“Kok bisa ada banyak warga asing ilegal bekerja leluasa di Kabupaten Gresik. Apalagi itu terjadi di salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” ujar Ali di Gresik, Sabtu (17/12/2016).

Mess penampungan tenaga kerja asal China di Gresik. (Foto: BG/Amn)

Direktur Gresik Institute Ahmad Jidi juga menyayangkan Pemkab Gresik kecolongan terkait adanya TKA ilegal. Menurut dia, petugas terkait harus berani memeriksa perusahaan-perusahaan yang disinyalir menjadi tempat warga asing ilegal bekerja.

“Kalau pemerintah tidak tegas, akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum ketenaga kerjaan di Indonesia. Memang aneh kok bisa orang asing ilegal bekerja di sebuah perusahaan objek vital,” kata Jidi.

Menanggapi kasus TKA Ilegal, Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim menyatakan, bahwa Gubernur Jawa Timur telah memulangkan tenaga kerja ilegal yang awalnya izin kunjungan wisata tapi dimanfaatkan untuk bekerja.

“Pekerja asing yang bekerja di Gresik dan tidak prosedural harus dipulangkan, sebab keinginan orang untuk bekerja biasanya melakukan segala hal. Termasuk melanggar aturan,” kata Wabup Qosim.

Wabup mengaku sudah membicarakan hal ini dengan Kepala Disnaker Gresik Mulyanto, dan telah memerintahkan agar tenaga kerja ilegal dipulangkan.Ia juga meminta agar Disnaker mendata warga asing yang bekerja di berbagai perusahaan di Gresik.

Tidak hanya itu, Wabup juga meminta supaya pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian lebih mengutamakan tenaga kerja lokal. Apalagi Pemkab telah sepakat dengan warga jika tenaga kerja lokal harus lebih diutamakan.

Sementara itu, pihak PT Petrokimia Gresik mengaku akan melakukan pengecekan legalitas TKA yang bekerja. Hal itu dilakukan setelah disorot Disnakertransduk Jatim yang menduga adanya pekerja asing ilegal.

“Sejak awal Petrokimia menghendaki TKA yang bekerja di sini legal, tapi dalam prosesnya kalau ada yang ilegal kami belum mengecek. Oleh karena itu akan kami lihat,” kata Manager Humas Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono.

Sebelumnya, Kepada Disnakertransduk Provinsi Jawa Timur Sukardo menyebutkan, hingga kini total ada sebanyak 3.460 TKA yang terdaftar di Jatim. Dari jumlah itu, sebanyak 40 persen berasal dari China.

Ribuan pekerja asing tersebut tersebar di kawasan industri, terutama di ring satu seperti di Kota Surabaya, Kabipaten Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Pasuruan. (amn)