BNN Gresik Bongkar Jaringan Pengedar Sabu Antar Pulau

BNN Kabupaten Gresik berhasil membongkar jaringan pengedar sabu antar pulau. (Foto: Istimewa)

BeritaGresik.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik kembali membongkar jaringan pengedar sabu antar pulau. Dalam pengungkapan itu, BNN Gresik menyita 104,3 gram sabu kelas satu, serta mengamankan tiga pelaku.

Selain menjadi pengedar sabu, ketiga pelaku asal Dusun Kedungjati, Desa Babatan, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik itu juga sebagai pemakai. Mereka di antaranya Handoko (26), M. Ainur Rofiq (19), dan Suharno (30).

Menurut Kepala BNN Gresik, AKBP Supriyanto, terbongkarnya jaringan pengedar sabu antar pulau itu berawal dari informasi warga. Setelah dilakukan tindak lanjut, pihaknya berkordinasi dengan BNN Provinsi Jawa Timur, karena ada informasi pengiriman sabu dari Pulau Sumatra melalui jalur laut.

“Saat dilakukan penyelidikan mengarah pada Handoko. Pasalnya, warga asal Desa Babatan Balongpanggang, Gresik itu termasuk jaringan pengedar antar pulau,” kata AKBP Supriyanto di Gresik, Senin (16/9/2019).

Dari tangan Handoko, BNN Gresik menyita sabu seberat 104,3 gram yang ditemukan di sebuah warung kopi di Desa Setro, Kecamatan Menganti, Gresik. Setelah dilakukan pengembangan, petugas BNN Gresik mengamankan dua orang remaja yakni Suharno dan M. Ainur Rofiq.

“Sasaran peredaran sabu itu ditujukan kepada usia muda,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pelaku yakni Handoko yang juga berprofesi sebagai tukang service AC menuturkan, dirinya sudah lama menjadi pengedar sabu. Hasil menggiurkan membuatnya nekat menjadi pengedar. Bayangkan sja, hasil dari sekali mengirim dihargai Rp 1 juta.

“Sekali kirim saya mendapatkan uang cukup lumayan. Barang dikirim ke Gresik berasal dari Sumatra,” ucapnya.

Akibat perbuatannya itu, Handoko dan dua rekannya dijerat dengan pasal 114 ayat (2), dan pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 34 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 5 tahun kurungan penjara. (abr)

No Response