Pemkab dan BNNK Gresik Ajak Masyarakat Perangi Narkoba

0
153 views
Puncak Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2017 di Gedung Olahraga (GOR) Petrokimia Gresik, Senin pagi (17/7/2017). (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik terus berupaya mewujudkan Gresik bersih dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Selain mengadakan penyuluhan dan sosialisasi di sekolah-sekolah, Pemkab Gresik bersama BNN Gresik juga melakukan pembinaan terhadap seluruh elemen masyarakat terhadap bahaya narkoba, salah satunya mengkampanyekan “Stop Narkoba” dalam setiap kegiatan.

Tak hanya itu, Gresik juga menggelar kegiatan puncak Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2017 yang diselenggarakan di Gedung Olahraga (GOR) Petrokimia Gresik, Senin pagi (17/7/2017).

Kegiatan teraebut dihadiri sejumlah tokoh, diantaranya Kepala bidang P2M BNN Provinsi Jawa Timur AKBP Ria Damayanti, Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim, serta para anggota Forkopimda Kabupaten Gresik.

Wakil Bupati Moh. Qosim menekankan pentingnya dukungan semua pihak dalam memerangi peredaran narkoba dan peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya. Sebab, dampak yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba sangat berbahaya dan merusak generasi penerus bangsa.

Menurut Qosim, narkoba dapat memicu terjadinya berbagai macam kejahatan seperti pencurian, perampokan bahkan pembunuhan. “Peran aktif semua elemen masyarakat dan aparat keamanan sangat dibutuhkan dalam memberantas penyalahgunaan narkoba,” kata Qosim.

Lebih lanjut, Wabup menyampaikan apresiasi atas menurunnya prevelensi pengguna narkoba di Kabupaten Gresik. Itu semua berkat kerja sama antara Pemkab Gresik, BNN kabupaten Gresik, serta masyarakat. “Itu patut kita syukuri, namun kewaspadaan terhadap bahaya narkoba harus selalu kita lakukan,” ujar Wabup.

Kepala BNN Kabupaten Gresik AKBP Agustianto menambahkan, peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) memiliki makna keprihatinan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, sehingga dibutuhkan sebuah gerakan untuk menyadarkan umat manusia di dunia.

Dari hasil survei yang dilakukan BNN Provinsi Jawa Timur, AKBP Ria Damayanti menyatakan, bahwa prevelensi pengguna narkoba di Jawa Timur menurun drastis.

“Dulu provinsi Jawa Timur berada di peringkat kedua se Indonesia, dan karena sinergitas semua pihak saat ini menjadi peringkat ke-9. Dan  kami harap dapat terus ditekan hingga Jawa Timur bersih narkoba dan menuju Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang,” ujar Kabid P2M BNN Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan tersebut ditandai penyematan pin kepada 50 relawan anti narkoba yang terdiri dari para pemuda dalam melakukan pencegahan dan melakukan sosialisasi terhadap masyarakat terkait bahaya dan dampak narkoba. Selain itu, juga dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Moh. Qosim kepada salah satu relawan. (as)