Bupati Gresik Siap Kumpulkan Kembali Sejumlah Pihak Terkait Revitalisasi Alun-Alun

0
505 views
Gambar arsitektur tiga dimensi kawasan alun-alun Gresik. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Menyikapi pro dan kontra terkait proyek revitalisasi kawasan Aalun-alun Gresik belakangan ini, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menyatakan kesiapannya untuk mengumpulkan kembali sejumlah pihak.

“Kami akan mengundang sejumlah kiai, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, ahli sejarah, budayawan, LSM, organisasi pemuda, serta semua unsur Masyarakat,” kata Bupati Sambari saat menemui perwakilan pendemo di Ruang Graita
Eka Praja, Senin (17/7/2017).

Menanggapi keadaan ini, Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik Suyono menyatakan, setelah dilakukan revitalisasi Alun-alun Kota Gresik tetap berfungsi sebagai alun-alun sebagaimana mestinya.

(Foto: BG/Amn)

Hanya saja, terangnya, wajah alun-alun akan ditata dan dipercantik sesuai keadaan sekarang. Menurut Suyono, rencana pembangunan tersebut sudah disosialisasikan sejak jauh hari. Bahkan, program pembangunan tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Dibicarakan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), kemudian bersama DPRD Gresik terbitlah Perda, kemudian keluar anggaran. Jadi tidak serta merta rencana pembangunan tersebut seketika dan langsung eksekusi,” ujar Suyono.

Sosialisasi tentang pembangunan dan revitalisasi alun-alun juga disampaikan dalam berbagai kesempatan. Bahkan pada setiap acara yang dihadiri oleh Bupati Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Mohammad Qosim. Puncaknya, Pemkab Gresik mengadakan sosialisasi resmi pada Kamis, 16 Maret 2017 di Gedung Puteri Mijil.

(Foto: BG/Amn)

Lebih lanjut Suyono menjelaskan, bahwa pembangunan revitalisasi merupalan upaya Pemkab Gresik menata alun-alun kota agar lebih representativ. Disana nantinya ada taman bermain, ada jogging trek, serta tempat untuk jalan-jalan.

“Pembangunan itu sifatnya umum, bukan
untuk umat Islam saja. Tapi kalau disana Pemkab Gresik mendirikan Islamic
Centre (IC) di bekas Kantor Dispendukcapil, saya kira tidak salah. Karena di sana yang berdekatan dengan Masjid Jami’ Gresik termasuk kawasan religi,” paparnya.

Beberapa bagian lain terkait dengan revitalisasi Alun-alun kota tersebut yaitu, Kantor DPRD akan dijadikan museum, pendopo dan rumah dinas Bupati akan dijadikan tempat wisata religi untuk mendukung keberadaan Makam Raden Santri, makam Nyai Ageng Pinatih dan makam Kanjeng Pusponegoro.

Terkait sosialisasi revitalisasi Alun alun, ia menegaskan sudah disampaikan juga saat keduanya memimpin Gresik pada periode pertama. Bahkan, pendirian pusat keagamaan Islam ini juga menjadi materi pokok kampanye Sambari-Qosim saat mencalonkan diri menjadi Bupati dan Wakil periode kedua.

“Pada saat itu dikatakan tidak ada protes
penolakan. Atas kenyataan tersebut, maka kami perlu merealisasikan pembangunan tersebut karena sudah ditetapkan dalam RPJMD Gresik, di Perdakan dan dianggarkan,” ujarnya.

Pembangunan revitalisasi alun-alun dan kawasan religi ini merupakan program unggulan yang sudah dijanjikan. Program ini diyakini bisa memagari masyarakat
santri Gresik dari pengaruh budaya luar.

“Kami sadar pengaruh investasi, industri, pelabuhan international secara tidak langsung dapat mempengaruhi budaya masyarakat Gresik. Cara inilah yang kami upayakan untuk melindungi masyarakat Santri,” jelas Suyono.

Pada sosialisasi resmi beberapa saat lalu. Sejumlah kiai, anggota Dewan, tokoh
masyarakat, nudayawan hadir. Saat itu tidak ada penolakan pembangunan revitalisasi alun-alun. Mereka justru mendukung setelah dijelaskan dan melihat
penayangan gambar arsitektur tiga dimensi bakal bangunan tersebut. Bahkan
Pemkab siap melaksanakan beberapa usulan yang disampaikan saat sosialisasi.

Rencana pembangunan gedung Islamic Centre rencananya dibangun di lahan Kantor Bupati lama, yang saat ini sedang digunakan sebagai kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

“Pemkab Gresik tidak mengalihfungsikan Alun-alun Gresik, melainkan merevitalisasi agar fungsinya lebih optimal. Alun-alun masih tetap ada, namun lebih ditata agar
lebih Indah dan representativ dengan keadaan saat ini. Ada jalan melingkar
bersusun dengan pagar di kanan kirinya. Ada air mancur di tengah, ada berbagai fasilitas olahraga dan bermain keluarga,” ungkap Suyono sambil menunjukkan gambar arsitekturnya.

“Kami berharap masyarakat Gresik ikut mendukung realisisasi pembangunan tersebut. Kita jangan asal ikut-ikutan tidak setuju. Tapi kita harus bersikap lebih fair. Kita perlu melihat kabupaten kota di sekeliling kita. Mereka sudah membangun berbagai fasilitas yang berorientasi pada estetika kota yang lebih modern. Jangan sampai pembangunan fasilitas kota di Gresik ini stagnan,” ucapnya.

Pemkab juga berharap seluruh bangunan konstruksi selesai semua pada tahun 2017, sehingga pada 2018 tinggal beberapa finishing. Jika lancar, pembangunan proyek ini bisa rampung total pada tahun 2018.
(amn)