Sidak Pabrik Baja di Gresik, Pakde Karwo Temukan 51 TKA

0
2,053 views
Gubernur Jatim Soekarwo saat melakukan sidak terhadap TKA di PT Bahagia Steel di kawasan Sumengko, Gresik, Selasa (17/1). (Foto: Humas Pemprov Jatim)

BeritaGresik.com – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo bersama Tim Pengawas Orang Asing (Timpora) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di PT Bahagia Steel yang terdapat di kawasan Sumengko, Kabupaten Gresik, Selasa (17/1/2017).

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu menemukan sebanyak 51 tenaga kerja asing (TKA) di perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang peleburan baja beton tersebut.

Dari sebanyak 51 orang TKA yang bekerja di perusahaan manufaktur tersebut, satu di antaranya diduga sebagai pekerja ilegal atau tidak berizin, karena saat disidak ia tidak bisa menunjukkan paspor.

Jika tidak bisa dipertanggungjawabkan maka akan diproses sesuai ketentuan imigrasi. “Yang satu orang ini akan dicek kelengkapan, surat-suratnya dan dibuatkan berita acara pemeriksaan,” tegasnya.

Rinciannya, sebanyak 40 orang mempunyai izin dan paspor, dua orang sedang dalam proses pengurusan izin dan seorang TKA tidak ditemukan detil izin atau paspornya. Sedangkan delapan orang lainnya sedany cuti.

Pakde Karwo menjelaskan, 51 orang TKA yang dipekerjakan itu merupakan tenaga ahli atau terampil. Namun, peraturannya harus mendapatkan transfer teknologi dan didampingi tenaga ahli lokal selama tiga bulan.

“Saya harap perusahaan ini segera melakukan transfer teknologi, tiga bulan ke depan saya akan kesini dan mengecek langsung,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Jatim, Sukardo menyatakan, dari hasil inspeksi mendadak ini ternyata semua TKA tersebut diketahui belum bisa berbahasa Indonesia.

“Padahal sesuai Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan yang mewajibkan setiap TKA di Jatim harus menguasai Bahasa Indonesia,” tandasnya.

Dalam waktu dekat, kata Pakde Karwo, pihaknya akan mengirim nota sanksi pertama bagi perusahaan tersebut dan diharapkan segera ditindaklanjuti. (ant/as)