Bantuan Untuk Nelayan Gresik Diduga Sarat Pungli

0
618 views
Kepala DKPP Kabupaten Gresik Langu Pandinagra. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Bantuan perlengkapan nelayan di Gresik berupa jala dan mesin perahu diduga sarat pungutan liar (pungli), dengan alasan untuk biaya administrasi. Padahal, bantuan dari pemerintah pusat tersebut harusnya dibagikan secara gratis.

Untuk alat tangkap jala, penerima bantuan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 500 ribu. Para nelayan mengaku tak berani menolak adanya pungutan tersebut, karena penerima bantuan dilarang untuk melapor.

“Bagaimana bisa lapor. Kami dilarang melapor kalau ada biaya administrasi,” kata seorang nelayan yang tidak ingin disebutkan identitasnya di Pantai Delegan, Panceng, Gresik, Selasa (17/1/2017).

Hal senada disampaikan nelayan lainnya. Mereka juga mengaku dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 500 ribu untuk bantuan jala dan mesin disel. “Bantuan jala juga dikenakan biaya,” ungkap nelayan yang juga enggan disebutkan namanya.

Nelayan juga bingung dengan bantuan mesin perahu tersebut, sebab mesin diesel yang datang ternyata berbahan bakar bensin. Padahal, bantuan yang diharapkan adalah mesin diesel berbahan baku solar.

Akhirnya, terpaksa bantuan 900 unit mesin diesel untuk para nelayan do Gresik tersebut dikembalikan ke pemerintah pusat melalui Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Gresik.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Gresik, Sama’un mengaku tidak tahu soal adanya biaya administrasi itu. “Biaya administrasi apa? Saya tidak tahu. Bantuan diesel sudah diterima nelayan masing-masing,” kata Sama’un.

Senada disampaikan oleh Kepala DKPP Kabupaten Gresik Langu Pandinagra. Ia mengaku tidak tahu dengan adanya dugaan pungutan liar berupa administrasi. “Saya tidak tahu adanya tarikan biaya administrasi itu. Nanti akan kita panggil koordinator nelayan dan Ketua HNSI,” kata Langu.

Dia menegaskan bahwa bantuan itu gratis dan tidak dikenakan biaya apapun bagi penerim bantuan. “Sejak sosialisasi sudah kami sampaikan bahwa bantuan perlengkapan nelayan itu gratis dari pemerintah pusat. Bantuan 900 unit mesin diesel itu sudah dibagikan sejak Oktober 2016 kemarin,” tegasnya. (wan)