UMK Jatim 2019 Ditetapkan, UMK Gresik Rp3.867.874

Buruh di Gresik saat menggelar aksi demo. (Foto: Dok. BG)

BeritaGresik.com – Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah menetapkan Upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2019. Dengan begitu, maka UMK tersebut mulai berlaku efektif per Januari 2019.

Penetapan UMK 2019 tersebut mengacu pada PP no 78 tahun 2015, dengan pertimbangan pertumbuhan ekonomi daerah, nilai inflasi, serta rekomendasi bupati/walikota dan dewan pengupahan.

Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, UMK 16 kabupaten/kota mengalami kenaikan sebesar 8,03 persen sesuai formula pemerintah pusat. Sedangkan 22 kabupaten/kota lainnya naik di atas 8,03 persen. UMK tertinggi, yakni Kota Surabaya sebesar Rp3.871.052.

“Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, 16 di antaranya naik sebesar 8,03 persen sesuai formula dari pemerintah pusat. Sedangkan 22 kabupaten/kota lainnya naik di atas 8,03 persen,” kata Soekarwo, Jumat (16/11/2018).

Menurut Soekarwo, penetapan UMK di atas 8,03 persen itu dilakukan agar tidak terjadi disparitas atau ketimpamgan yang tinggi antar daerah di Jawa Timur.

UMK tertinggi Kota Surabaya sebesar Rp3.871.052. UMK tertinggi kedua yakni Kabupaten Gresik Rp3.867.874, lalu Kabupaten Sidoarjo Rp3.864.696, Kabupaten Pasuruan Rp 3.861.518 dan Kabupaten Mojokerto Rp 3.851.983.

Kemudian, ada 7 kabupaten dan kota dengan besaran UMK yang sama yakni Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Blitar, Kota Blitar dan Kota Madiun sebesar Rp 1.801.406.

Bagi perusahaan yang merasa tidak mampu pasca penetapan UMK 2019, dapat mengajukan penangguhan UMK ke Disnakertans Jatim, dengan menyertakan dokumen neraca keuangan, akte perusahaan, hingga surat kesepakatan dengan pekerja. (abr)

No Response