Tak Berizin, Pekerja China di Gresik Labrak Aturan

0
5,595 views
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat berkunjung ke Pulau Bawean. (Foto: Dok. Berita Gresik)

BeritaGresik.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyatakan, pihaknya menemukan adanya pelanggaran terkait keberadaan pekerja China di Gresik yang dipekerjakan PT Wuhan Engineering.

Seperti diketahui, PT Wuhan Engineering merupakan perusahaan yang mengerjakan proyek pembangunan pabrik Urea dan Amonia milik PT Petrokimia Gresik yang merupakan badan usaha milik negara (BUMN).

“Nah di Gresik itu kemarin memang ada pelanggaran. Separuh punya izin, separuh katanya masih dalam proses. Kan itu enggak bener. Izinnya belum ada, katanya masih dalam proses belum lagi yang lain-lain,” kata pria yang biasa disapa Gus Ipul di Surabaya, Kamis (15/12/2016).

Baca juga:

Tindakan PT Wuhan Engineering yang mempekerjakan buruh asal China secara ilegal diakui sebagai pelanggaran. “Dan kita harapkan ini menjadi perhatian semua pihak, agar perusahaan-perusahaan tidak mempekerjakan orang yang tidak memiliki izin,” ucapnya.

Gus Ipul menjamin Pemprov Jatim akan bersikap tegas dan memberikan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan nakal ini. Namun, dia masih belum menyebutkan sanksi tegas yang dimaksud.

“Nanti akan kita cobalah. Kita akan lihat sanksi-sanksi yang memungkinkan. Tapi pasti akan diberikan sanksi, (termasuk BUMN), iya pastilah, pasti. Semua akan terkena sanksi,” tegasnya.

Data Disnakertranduk Jawa Timur, sejak April hingga November 2016 kemarin, ada 76 tenaga kerja asal China di Gresik. Dari jumlah itu, 32 orang memiliki izin, sisanya 44 orang belum memiliki izin alias ilegal.

Sementara data Aliansi Buruh Jawa Timur, ada sekitar 2,000 TKA ilegal di mana 90% berasal dari China. Mereka tersebar beberapa daerah di Jawa Timur seperti di Surabaya, Gresik, Probolinggo, Pasuruan dan Lamongan. (as)