Kurangi Resiko Bencana, BPBD Gresik Gelar Sekolah Sungai

0
24 views
Sekolah sungai dalam Festival Sungai II di Sungai Bengawan Solo, Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Menghadapi musim hujan kali ini, Pemkab Gresik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar sekolah sungai Bengawan Solo. Program ini digelar untuk mengurangi dampak bencana banjir bagi masyarakat sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo.

Program bertajuk Festival Sungai Level II ini dibuka Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim di Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur, sejak Minggu (12/11/2017) lalu. Sekolah sungai tersebut diikuti oleh sekitar 1000 orang.

Selain untuk mengurangi resiko bencana banjir di sekitar bantaran sungai Bengawan Solo, Gresik, sekolah yang dikemas dalam bentuk festival sungai itu digelar untuk mengoptimalkan potensi wisata yang ada, sehingga bermanfaat bagi warga sekitar.

“Melalui Festival ini, kami ingin membangun jejaring sekolah sungai antar komunitas masyarakat yang hidup di sekitar bantaran sungai Bengawan Solo. Mereka berasal dari lima kecamatan yaitu Ujungpangkah, Sidayu, Bungah, Manyar dan Dukun,” kata Qosim.

Dia menjelaskan, melalui sekolah sungai ini masyarakat akan dimotivasi dan diajak untuk ikut serta memanfaatkan bantaran sungai sampai ke muara untuk budidaya mangrove. Qosim menilai beberapa tempat budidaya mangrove di Gresik sudah berhasil.

“Hasilnya sudah mulai tampak karena banyak masyarakat yang berkunjung, sehingga memberi nilai kesejahteraan masyarakat sekitar. Selain itu menjaga lingkungan tetap lestari, menjaga abrasi laut dan perkembangan ikan semakin baik, sehingga tangkapan nelayan sekitar semakin banyak,” jelasnya.

Keseriusan Pemkab Gresik mengurangi resiko bencana di sekitar Bengawan Solo diapresiasi oleh Pemerintah pusat. Bahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan 5 perahu yang disampaikan pada Festifal Sungai.

Adanya bantuan perahu dari BNPB tersebut disampaikan oleh Kepala BPBD Gresik, Abu Hasan. Itu dikatakan sebagai bentuk penghargaan kepada Kabupaten Gresik yang peduli pada kegiatan bersih-bersih sungai beberapa saat yang lalu.

“Perahu ini akan dimanfaatkan untuk budidaya mangrove. Selain itu dapat juga dimanfaatkan untuk pariwisata sungai,” jelasnya.

Berbagai kegiatan dilaksanakan pada Festival Sungai II ini, seperti pariwisata pesisir, parade musik pesisir, lomba dayung, lomba mewarnai dan launching perahu wisata. Kegiatan ini akan ditutup pada Kamis (16/11/2017). (sdm/as)