AMP Extension page

Wabup Gresik Paparkan Capaian Kinerja 2017

No comment 874 views

Pemkab Gresik menggelar Musrenbang di Kantor Bupati Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Pemkab Gresik menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Rencana Kerja Pemerintahan Daerah (RKPD) Kabupaten Gresik tahun 2018 di Kantor Bupati Gresik, Kamis (15/3/2018).

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim memaparkan capaian kinerja pembangunan sepanjang 2017. Salah satunya peningkatan kepedulian terhadap HAM, dari nilai 75,29 pada 2015 naik ke 90 pada 2016. Karena ada perubahan indikator, pada tahun 2017 meraih nilai 89.

Selain itu, peningkatan kinerja dalam aspek reformasi birokrasi yang pada 2016 hanya meraih nilai 67,21 (B), lalu meraih nilai 71,09 (BB) pada 2017. Kemudian prestasi pembangunan ekonomi, dimana selama lima tahun inflasi di Gresik hanya di bawah 10%.

Selanjutnya, pendapatan perkapita (PCI) Rp 84,9 juta dengan gini ratio hanya 0,31 atau ketimpangan rendah. Peningkatan pada Indeks Kualitas Lingkungan Hidup yang pada 2015 hanya memperoleh nilai 56,47, lalu 2016 mendapat nilai 58,30 dan pada 2017 meningkat 61,36. Lalu leningkatan pada nilai Indeks pembangunan manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG).

“Musrenbang yang kita laksanakan kali ini untuk menyempurnakan tahun 2019. Dengan mengintegrasikan usulan pembangunan atau rencana kerja secara teknokratis, politis, maupun partisipatif,” kata Qosim.

Musrenbang melibatkan sejumlah elemen, mulai dari hajaran pemerintah daerah, Anggota legislatid, elemen masyarakat mulai dari LSM, Pers, perwakilan dari organisasi masyarakat, perguruan tinggi, pengusaha, serta perwakilan dari berbagai perusahaan yang ada di Gresik.

Sementara menurut Kepala Bappeda Kabupaten Gresik, Tugas Husni Syarwanto melalui kabag Humas dan Protokol Suyono. Dalam pencapaian visi misi, pihaknya menetapkan 7 tujuan, 8 kinerja utama, dan 29 sasaran pembangunan yang diukur dengan 40 indikator sasaran.

Pada tahapan Musrenbang kali ini tercatat usulan belanja langsung mencapai Rp. 1,648 triliun dan belanja tidak langsung mencapai Rp. 1,755 triliun. Total anggaran rancangan awal RKPD mencapai Rp. 3,404 triliun. (as)

No Response