Atasi Abrasi, 3000 Mangrove Ditanam di Pantai Diponggo Bawean

Camat Tambak Bawean, Gresik, Fatah Hadi saat memulai melakukan penanaman mangrove di pantai Diponggo, Tambak. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Abrasi pantai di Pulau Bawean, Gresik, telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Kerusakan pantai terparah akibat abrasi terjadi di Desa Diponggo, Kecamatan Tambak, Bawean.

Karena itu, Camat Tambak Fatah Hadi mempelopori gerakan penanaman pohon mangrove di pantai yang rusak. Upaya mengatasi abrasi pantai dimulai dengan menanam 3000 pohon mangrove di pantai Desa Diponggo, Kamis (15/2/2018).

Kegiatan yang bertajuk “Ayo Selamatkan Pantai Kita” itu melibatkan sekitar 300 orang yang terdiri atas seluruh pegawai instansi Kecamatan Tambak, Polsek dan Koramil, serta seluruh kepala desa dan perangkat desa se Kecamatan Tambak.

Penanaman 3000 pohon mangrove di kawasan pantai Diponggo, Tambak. (Foto: BG/Abr)

Camat Tambak Fatah Hadi mengatakan, penanaman 3000 pohon mangrove di kawasan pantai Diponggo seluas 5 hektar ini berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya pantai yang rusak akibat abrasi.

Jika terus dibiarkan dikhawatirkan akan memperparah kerusakan pantai di hampir seluruh wilayah di Kecamatan Tambak.

“Awalnya, saya merasa prihatin terhadap banyaknya pantai yang rusak, dan dimulai dari pantai Desa Diponggo ini penanaman mangrove akan terus kami galakkan ke desa-desa yang lainnya,” kata Fatah.

Disamping untuk menyelamatkan pantai, penanaman pohon mangrove di kawasan pantai dinilai akan berdampak baik bagi perekonomian nelayan, karena akan menjadi tempat ikan bertelur dan berteduh.

Selain itu, terang Fatah, suatu saat pohon mangrove tersebut bisa dikembangkan menjadi tempat wisata, sehingga manfaatnya juga bisa dirasakan warga sekitar, utamanya dalam meningkatkan perkonomian masyarakat di sekitarnya.

“Manfaatnya sangat banyak, karena mangrove menjadi tempat ikan bertelur. Bila mangrovenya nanti sudah tumbuh besar, juga bisa meningkatkan ekonomi warga karena dapat dikembangkan menjadi tempat wisata,” imbuhnya. (abr)

No Response