Polisi Tangkap Enam Pelaku Pengeroyokan di SPBU Roomo Manyar Gresik

0
38 views
Polsek Manyar menangkap enam pelaku penganiayaan terhadap Wahyudi, warga Kemuning, Kecamatan Candimulyo, Jombang di sekitar SPBU Roomo, Manyar. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Setelah mengumpulkan informasi dari warga Meduran, Manyar, Gresik, serta rekaman CCTV yang terpasang di SPBU Roomo Manyar, anggota Polsek Manyar berhasil menangkap enam orang yang diduga kuat sebagai pelaku penganiayaan terhadap Wahyudi, warga Kemuning, Kecamatan Candimulyo, Jombang, Jawa Timur.

Keenam terduga pelaku penganiayaan itu adalah Matturi, Suyono, Imam Fauzi, Sandy Fadhoni, Dwi Priyanto, dan Chorul Arifin. Enam warga Meduran, Manyar, Gresik itu ditangkap anak buah Kapolsek Manyar AKP Rian Septia pada 4 November yang lalu di sekitar SPBU Roomo Manyar.

“Keenam pelaku di tangkap oleh Pak Kanitresmrim bersama anggota setelah mendapatkan data para pelaku,” kata AKP Rian Septia, Selasa (14/11/2017).

Menurut AKP Rian, para pelaku terbilang keji saat melakukan tindak penganiayaan. Pada saat itu, korban sempat diikat di tiang listrik. Tak hanya itu, korban juga diberi makan tanah oleh salah seorang pelaku, hingga pada akhirnya meregang nyawa.

Dengan mimik geram melihat para pelaku,
Kapolsek Manyar itu menghimbau supaya warga tidak main hakim sendiri dengan alasan apapaun. “Bila ada hal yang dianggap meresahkan atau mencurigakan, lebih baik langsung telpon polisi,” imbaunya.

Korban diketahui pernah menjadi penghuni rumah sakit jiwa Menur. Pihak keluarga juga membenarkan bahwa seminggu sebelum kejadian pengeroyokan, korban juga sempat dirawat di salah satu rumah sakit yang ada di Jombang.

Berdasarkan infomasi dari para tersangka, sebelumnya pada 4 November dini hari korban Wahyudi sempat melakukan pengrusakan di sekitar SPBU yang ada di Jalan Raya Roomo, Meduran, Manyar Gresik.

Selain itu, korban juga mengganggu para pengendara yang melintas dengan cara melepar batu. Kesal dengan ulah Wahyudi, warga di sekitar lokasi menegurnya. Sayangnya teguran warga malah di sambut dengan amukan oleh korban. Bahkan, korban sempat menantang berkelahi.

Akibat ulah korban yang terus melakukan pengrusakan dan menantang warga, akhirnya berujung tindak penganiayaan terhadap korban. Salah seorang pelaku yang tertangkap mengaku bahwa pelaku penganiayaan saat itu lebih dari 15 orang.

Sayangnya, di antara para pelaku banyak yang tidak saling kenal, karena pelaku penganiayaan bukan hanya warga yang ada di sekiatar lokasi, tapi juga pengendara yang melintas dan kesal dengan ulah korban.

Setelah bisa di taklukkan, korban oleh beberapa pelaku diikat dengan tali rapia ke tiang listri. Bahkan, seorang pelaku pengroyokan juga sempat memasukkan tanah ke mulut korban. “Dan itu diakui oleh salah seorang pelaku,” ujar Yoyok, Kanitreskrim Polsek Manyar.

Kanitreskrim menambahkan, saat ini penyidik masih terus memburu pelaku pengeroyokan, karena data para pelaku sudah terekam oleh CCTV.

Selain menangkap enam orang pelaku, polisi juga mengamankan sebuah balok dan tali rapia sebagai barang bukti. Sementara enam pelaku pengroyokan dijerat dengan pasal KUHP 170 dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. (amn/as)