AMP Extension page

Waspadai Gerakan Radikalisme di Gresik

No comment 74 views

Sosialisasi Antisipasi Gerakan Radikalisme dan Terorisme di Wilayah Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Masyarakat diminta untuk mewaspadai adanya gerakan radikalisme dan terorisme di wilayah Gresik. Pihak kepolisian bahkan mensinyalir adanya gerakan kelompok anti Pancasila itu di Kabupaten Gresik.

Penekanan itu disampaikan oleh Wakil Bupati Moh. Qosim dalam kegiatan bertajuk “Sosialisasi Antisipasi Gerakan Radikalisme dan Terorisme di Wilayah Kabupaten Gresik, di Ruang Mandala Bakti Praja, Gresik, Kamis (13/9/2018).

“Anda yang ada di wilayah, terutama para kepala desa agar lebih tahu situasi dan keadaan di wilayahnya. Hal ini untuk mengantisipasi gerakan-gerakan yang ada dan anda harus lebih tahu terlebih dahulu,” kata Qosim di depan peserta.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro mengajak kepada semua elemen di Gresik untuk tetap waspada. Kapolres mensinyalir masih adanya eksistensi kelompok radikal, teroris serta kelompok anti Pancasila.

“Kita semua untuk tetap waspada dan sama-sama mengantisipasinya. Mari bersama-sama berikan pengawasan terhadap aktifitas kelompok-kelompok, tiga pilar (Babinsa, Bhabinkamtibmas dan kades/lurah) harus kompak dan bekerjasama memantau wilayahnya sampai dengan RW dan R,” tandasnya.

Dia juga mengajak kepada semua pihak agar tetap menjalin sinergitas, terlebih di antara Polres dan Kodim 0817 yang didukung seluruh komponen masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam mengantisipasi penyebaran paham radikalis dan terorisme.

Di kesempatan yang sama, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya Prof. Masdar Hilmy mengingatkan bahwa saat ini terorime sudah bermetamorfosis.

“Mereka tidak tinggal di komunitas daerah yang sudah dicap teroris, tapi mereka sudah ada di sekitar kita. Tidak berjenggot atau memakai jubah atau cadar seperti yang digambarkan selama ini, tapi sama seperti kita,” jelasnya.

Karena itu, Masdar menekankan kepada semua pihak agar lebih berhati-hati dan mengenali paham mereka yang biasanya selalu mengkafirkan kelompok lain (takfiri). “Kita harus bekerjasama bersatu untuk menolak paham tersebut,” ucapnya.

Kegiatan ini diikuti sekitar 500 undangan yang terdiri atas berbagai elemen, termasuk jajaran TNI Kodim 0917 Gresik, Polres Gresik, kepala desa, seluruh camat, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Muslimat, Aisyiah, LDII, MUI serta berbagai kelompok masyarakat di Gresik. (as)

No Response