Aksi Tolak Penataan Kawasan Alun-alun Gresik Berlanjut

0
289 views
Forum Masyarakat Peduli Cagar Budaya saat menggelar aksi menolaka penataan kawasan Alun-alun Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Sejumlah elemen warga di Kabupaten Gresik terus melakukan aksi demo menolak rencana Pemkab Gresik melakukan penataan kawasan Alun-alun dan pembangunanan Islamic Center. Aksi demo itu bahkan digelar hingga malam hari.

Selain mengumpulkan tanda tangan penolakan atas proyek penataan kawasan Alun-alun Gresik, aksi juga digelar di depan Kantor DPRD Kabupaten Gresik, Kamis malam (13/7/2017). Mulai dengan membangun tenda hingga menyalakan lilin.

Para peserta aksi yang terhimpun dalam wadah Forum Masyarakat Peduli Cagar Budaya (untuk Alun-alun Gresik) ini terdiri atas PC Ansor Gresik, PC PMII Gresik, Mata Seger, PAL, PPAG, MGPK, FSP NIBA-KSPSI dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Melalui surat pernyataan bersama, Forum Masyarakat Peduli Cagar Budaya menyatakan, bajwa proyek revitalisasi yang menelan biaya Rp 19,2 miliar itu akan mengubah wajah Alun-alun. Hal itu dilihat dari desain bangunan dan penataan lokasi.

Padahal, tulisnya, alun-alun merupakan simbol kebudayaan dan keragaman. Karena itu, alun-alun harusnya tidak diubah atau ditambah dengan bangunan lain di atasnya, terlebih menghilangkan fungsi, identitas dan entitas sebutan alun-alun.

Penolakan atas penataan kawasan alun-alun Gresik dan pembangunan Islamic Center juga didasarkan atas pertimbangan dampak sosial dan ekonomi, utamanya bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar kawasan alun-alun.

Selama ini pemerintah disebut tak pernah mengajak berembuk PKL yang menempati kawasan alun-alun Gresik, utamanya terkait keberlanjutan tempat berjualan PKL. Bahkan, Pemkab Gresik dikatakan tidak pernah merespon permintaan audiensi dari PKL.

Sebelumnya, beritagresik.com mencoba menemui PKL di Alun-alun Gresik, salah satunya Moh. Khoir. Dia mengaku tidak keberatan dengan penataan kawasan alun-alun, dengan catatan nantinya ada tempat berjualan bagi para PKL yang selama ini berjulan di kawasan tersebut. (as/amn)