Sambari Bentuk Tim Peningkatan PAD Gresik 2018

0
60 views
Kantor Bupati Gresik. (Foto: Dok. BG/As)

BeritaGresik.com – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto membentuk tim percepatan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gresik. Tim tersebut diberi nama Tim 7 Peningkatan PAD.

Tim ini melibatkan 7 organisasi perangkat Daerah (OPD) yaitu Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah(BPPKAD), Bapelitbangda, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Satpol PP, Badan Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan.

Usai menghadap Bupati, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Suyono mengatakan, Tim ini dibagi ke dalam empat kelompok dan bekerja pada empat eks wilayah Kerja Pembantu Bupati.

“Mereka ditugasi melakukan kunjungan ke beberapa perusahaan guna memberikan pembinaan, pengawasan dan penindakan pada perusahaan yang ada pada empat wilayah, masing-masing di Wilayah Kerja Gresik, Cerme, Driyorejo dan Sidayu” ujar Suyono di kantornya, Rabu (14/2/2018).

Menurut dia, kunjungan Tim 7 Peningkatan PAD Gresik ke perusahaan nantinya untuk melakukan verifikasi perizinan yang ada pada perusahaan yang bersangkutan. “Intinya seluruh izin akan diperiksa sesuai keadaan perusahaan tersebut,” terangnya.

Adapun beberapa tempat usaha yang bakal dikunjungi Tim 7 peningkatan PAD menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu, Mulyanto yaitu Industri, pengembang Perumahan, klinik kesehatan, pertokoan modern, restaurant dan perusahaan yang punya keharusan untuk melengkapi perizinan pada Pemerintah Kabupaten Gresik.

Menurut Mulyanto, ada 84 jenis perizinan yang selama ini dikeluarkan oleh Pemkab Gresik melalui kantornya.

“Para kelompok Tim 7 ini dalam seminggu masing-masing akan mengadakan tugas sebanyak tiga kali, dan sekali tugas akan mengunjungi dua perusahaan. Kalau seminggu seluruh tim bisa mengunjungi 24 perusahaan. Berarti selama satu bulan bisa kunjungan kepada 96 perusahaan,” paparnya.

Mulyanto mengaku optimistis, Tim 7 ini akan mampu mendongkrak PAD 2018 menjadi Rp 600 miliar dari total PAD tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 200 miliar.

“Banyak yang bisa ditingkatkan pendapatannya, misalnya saja Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Izin mendirikan Bangunan (IMB),” tukasnya. (as)