Terapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok, Gresik Raih Paramesti 2017

0
179 views
Perokok tengah memanfaatkan tempat merokok di kantor Bupati Gresik, Kamis (13/7). (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperoleh penghargaan Paramesti tahun 2017. Penghargaan ini didapat setelah Pemkab Gresik menerbitkan Perda Nomor 4 tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Apresiasi tersebut diberikan oleh Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan. Dalam hal ini, Pemkab Gresik, Jawa Timur, merupakan salah satu Pemerintah Daerah yang berhak menerima piagam Paramesti tersebut.

Penghargaan Paramesti diberikan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek kepada Sekda Gresik Djoko Sulistiohadi mewakili Bupati di Hotel The Alana and Convention Center, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (12/7/ 2017) kemarin.

Kepada Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Suyono, Kepala Dinas Kesehatan Gresik, Nurul Dholam mengatakan, sejak dikeluarkan sampai saat ini Perda masih tahap sosialisasi.

“Setelah lepas waktu sosialisasi, maka Pemkab Gresik akan menerapkan perda tersebut sesuai yang termaktub dalam perda termasuk sanksinya” ujar Dholam.

Menjelang pemberlakuan Perda KTR, saat ini Pemkab Gresik telah membangun berbagai fasilitas seperti tempat merokok di area Kawasan Terbatas Rokok (KTR). Pembangunan ruang tempat perokok ini bisa dijumpai pada setiap lantai di kantor Bupati Gresik dan beberapa tempat umum.

Perda KTR yang telah disahkan pada tahun 2015 bukan mutlak melarang merokok. Tapi, hanya mengatur perokok agar tidak merokok disembarang tempat. Tempat khusus larangan bagi perokok, yaitu di area Pendidikan, Rumah Sakit dan tempat fasilitas kesehatan yang lain, Tempat ibadah, dalam kendaraan umum seperti bis dan angkot, serta ruang publik lainnya.

Dalam Perda tersebut diatur sanksi bagi para pelanggar. Sanksi ringan berupa teguran, pengusiran dan denda antara Rp 100 ribu-Rp 500 ribu. Sedangkan sanksi berat berupa kurungan penjara selama 3 bulan atau denda sebesar Rp 50 juta.

Pemberlakuan Perda KTR juga didukung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik. Dukungan ini disampaikan saat sosialisasi Ranperda serta uji publik pada September 2014 silam di Kantor Bupati Gresik.

Saat itu, Ketua MUI Gresik KH. Mansur Shodiq menyatakan mendukungan pengesahan Perda tersebut mengingat Munas MUI juga telah mengeluarkan fatwa haram tentang rokok. ”Kami juga melakukan kajian tentang rokok. Ada 2 topik kajian, dhorof yaitu membahayakan diri sendiri atau orang lain serta ishrof yaitu mubazir,” katanya saat itu. (as)