AMP Extension page

Diduga Ada Indikasi Kecurangan, Seleksi Perangkat Desa Tambak Tuai Protes

Camat Tambak Fatah Hadi mengumpulkan para peserta tes perangkat desa Tambak di pendopo kecamatan Tambak, Jumat (13/4/2018). (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) di Desa Tambak, Kecamatan Tambak Bawean, kabupaten Gresik menuai protes dari para peserta. Akibatnya, Camat Tambak Fatah Hadi mengumpulkan peserta di pendopo kecamatan Tambak, Jumat (13/4/2018).

Protes itu terjadi menyusul beredarnya kabar melalui rekaman suara yang meminta imbalan sejumlah uang kepada salah satu peserta dengan iming-iming akan diloloskan dalam mengikuti ujian tes tulis perangkat desa di Desa Tambak.

Dalam rekaman suara berdurasi 15 menit 12 detik tersebut terdengar seorang yang meminta sejumlah uang kepada salah satu peserta. Dalam rekaman tersebut juga dikatakan ada tiga posisi jabatan yang diperebutkan yaitu Kasi Pelayanan, Kaur Perencanaan dan jabatan Sekretaris Desa (Sekdes).  Semua posisi tersebut diduga sudah diseting siapa untuk menjabat apa. Ironisnya, dalam rekaman itu juga diakui bahwa dua peserta lainnya yang berinisial R dan Z sudah membayar dan dipastikan bisa lolos dalam ujian nanti dengan cara kunci jawaban akan dibocorkan kepada peserta yang sudah membayar.

Suara rekaman yang diduga dengan salah salah satu peserta ini juga menyebutkan bahwa uang tersebut akan diberikan kepada pihak yang menyediakan soal ujian.

Menyikapi hal ini, camat Tambak Fatah Hadi langsung mengumpulkan para peserta yang akan ikut tes perangkat desa di Pendopo Kecamatan Tambak. Kepada para peserta, Fatah menyatakan telah mencabut MoU antara panitia P3D desa Tambak dengan pihak pembuat soal.

Selain itu, Fatah juga menyatakan Muspika mengambil alih pembuatan soal yang sebelumnya sudah ada kesepakatan antara panitia P3D dan pihak ketiga. “Mohon maaf kepada panitia, pembuatan soal terpaksa kami ambil alih,” ucapnya.

Dia menjelaskan, Muspika Tambak terpaksa mengambil langkah ini menyusul adanya isu tidak sedap yang sudah menyebar di kalangan masyarakat Tambak. “Karena kami muspika mendengar isu-isu yang kurang sedap, saya rapat bersama muspika dan panitian P3D, dan kita sepakati pencabutan hak atas Mou pembuatan soal antara P3D dengan pihak ketiga. Muspika mengambil alih pengadaan soal itu,” tegasnya. (abr)

No Response